Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam. 'Bolehkah saya masuk?' tanyanya. Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk, 'Maafkanlah, ayahku sedang demam', kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu.
Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah, 'Siapakah itu wahai anakku?'
'Tak tahulah ayahku, orang sepertinya baru sekali ini aku melihatnya,' tutur Fatimah lembut. Lalu, Rasulullah menatap puterinya itu dengan pandangan yang menggetarkan.
Seolah-olah bahagian demi bahagian wajah anaknya itu hendak dikenang.
'Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di dunia. Dialah malaikatul maut,' kata Rasulullah, Fatimah pun menahan ledakkan tangisnya. Malaikat maut datang menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan kenapa Jibril tidak ikut sama menyertainya.
Kemudian dipanggilah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di atas langit dunia menyambut ruh kekasih Allah dan penghulu dunia ini.
'Jibril, jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah?', tanya Rasululllah dengan suara yang amat lemah.
'Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu.
'Semua syurga terbuka lebar menanti kedatanganmu,' kata Jibril.
Tapi itu ternyata tidak membuatkan Rasulullah lega, matanya masih penuh kecemasan. 'Engkau tidak senang mendengar khabar ini?', tanya Jibril lagi.
'Khabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?'
'Jangan khawatir, wahai Rasul ! Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku: 'Kuharamkan syurga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada di dalamnya,' kata Jibril.
Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas. Perlahan ruh Rasulullah ditarik.
Nampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang. 'Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini.'
Perlahan Rasulullah mengaduh. Fatimah terpejam, Ali yang disampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril memalingkan muka.
'Jijikkah kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?'
Tanya Rasulullah pada Malaikat pengantar wahyu itu.. 'Siapakah yang sanggup, melihat kekasih Allah direnggut ajal,' kata Jibril.
Sebentar kemudian terdengar Rasulullah mengaduh, karena sakit yang tidak tertahankan lagi..
'Ya Allah, dahsyat nian maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku.' Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi.
Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu, ! Ali segera mendekatkan telinganya. 'Uushiikum bis shalati, wa maa malakat aimanukum'
'peliharalah shalat dan peliharalah orang-orang lemah di antaramu.'
Diluar pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan. Fatimah menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan.
'Ummatii, ummatii, ummatiii' - 'Umatku, umatku, umatku'
Dan, berakhirlah hidup manusia mulia yang memberi sinaran itu.
Kini, mampukah kita mencintai sepertinya?
Allahumma sholli 'ala Muhammad wa baarik wa salim 'alaihi
Betapa cintanya Rasulullah kepada kita. Tapi cinta takkan pernah hadir kalau kita tak berusaha mengenal Rasulullah SAW.
Sumber : http://www.facebook.com/kangpriadi/posts/3528516621018
Hati yang tenang adalah hati yang selalu mengingatNya Jiwa kuat adalah jiwa yang penuh dengan keimanan
Thursday, 27 September 2012
Monday, 13 August 2012
Begitu mudahkah untuk mendapatkan surgaMu?
Suatu hari Rasulullah saw menjenguk Az-Zahra. Ketika itu ia sedang membuat tepung dengan alat penggiling sambil menangis.
“Kenapa menangis, Fatimah?” tanya Rasulullah, “Mudah-mudahan Allah tidak membuat matamu menangis lagi.”
“Ayah,” Fatimah menjawab, “Aku menangis kerana batu penggiling ini, dan lagi aku hanya menangisi kesibukanku yang silih berganti.”
Rasulullah saw kemudian mengambil tempat duduk di sisinya. Fatimah berkata, “Ayah, demi kemuliaanmu, mintakan kepada Ali supaya membelikan seorang budak untuk membantu pekerjaan-pekerjaanku membuat tepung dan menyelesaikan pekerjaan rumah.”
Setelah mendengar perkataan puterinya, Rasulullah bangkit dari tempat duduknya dan berjalan menuju tempat penggilingan. Beliau memungut segenggam biji-bijian gandum dimasukkan ke penggilingan. Dengan membaca Bismillaahirrahmaanirrahiim maka berputarlah alat penggiling itu atas izin Allah. Beliau terus memasukkan biji-bijian itu sementara alat penggiling terus berputar sendiri, sambil memuji Allah dengan bahasa yang tidak dipahami manusia. Alat penggiling itu terus berjalan sampai biji-bijian itu habis.
Rasulullah saw berkata kepada alat penggiling itu, “Berhentilah atas izin Allah.” Seketika alat penggiling itu pun berhenti. Beliau berkata sambil membacakan ayat Al-Quran,
“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu. Penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras dan tidak pernah mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya, dan mereka selalu mengerjakan segala yang diperintahkan.”
(Surah At-Tahrim:6)
Merasa takut jika menjadi batu yang kelak masuk neraka, tiba-tiba batu itu bisa berbicara atas izin Allah. Ia berbicara dengan bahasa Arab yang fasih. Selanjutnya batu itu berkata, “Ya Rasulullah, demi Zat Yang Mengutusmu dengan hak menjadi Nabi dan Rasul, seandainya engkau perintahkan aku untuk menggiling biji-bijian yang ada di seluruh Timur dan Barat, pastilah akan kugiling semuanya.”
Nabi saw bersabda, “Hai Batu, bergembiralah kamu. Sesungguhnya kamu termasuk batu yang kelak dipergunakan untuk membangun gedung Fatimah di syurga.” Seketika itu batu penggiling bergembira dan berhenti.
Nabi saw bersabda kepada puterinya, Fatimah Az-Zahra, “Kalau Allah menghendaki hai Fatimah, pasti batu penggiling itu akan berputar sendiri untukmu. Tetapi Allah menghendaki untuk mencatat kebaikan-kebaikan untuk dirimu dan menghapus keburukan-keburukanmu serta mengangkat darjatmu. Hai Fatimah, setiap isteri yang membuatkan tepung untuk suami dan anak-anaknya, maka Allah mencatat baginya memperoleh kebajikan dari setiap biji yang tergiling, dan menghapus keburukannya serta meninggikan darjatnya.
Hai Fatimah, setiap isteri yang berkeringat di sisi alat penggilingnya kerana membuatkan bahan makanan untuk suaminya, maka Allah memisahkan antara dirinya dan neraka sejauh tujuh hasta. Hai Fatimah, setiap isteri yang meminyaki rambut anak-anaknya dan menyisirkan rambut mereka dan mencucikan baju mereka, maka Allah mencatatkan untuknya memperoleh pahala seperti pahala
orang yang memberi makan seribu orang yang sedang kelaparan, dan seperti pahala orang yang memberi pakaian seribu orang yang tidak berpakaian.
Hai Fatimah, setiap isteri yang tidak menjaga tetangganya, maka Allah kelak akan mencegahnya (tidak memberi kesempatan baginya) untuk minum air dari telaga Kautsar pada hari kiamat. Hai Fatimah, tetapi yang lebih utama dari itu ialah keredhaan suami terhadap isterinya. Sekiranya suamimu tidak meredhaimu, tentu maka aku tidak akan mendoakan dirimu.”
“Bukankah engkau mengerti, Hai Fatimah, bahawa redha suami itu menjadi bagian dari redha Allah, dan kebencian suami merupakan bagian dari kebencian Allah.”
Hai Fatimah, manakala seorang isteri mengandung, maka para malaikat memohon ampun untuknya, dan setiap hari dirinya dicatat memperoleh seribu kebajikan dan seribu keburukannya dihapus. Apabila sampai rasa sakit menjelang waktu melahirkan, maka Allah mencatatkan untuknya memperoleh pahala seperti pahala orang-orang yang berjihad di jalan Allah. Apabila telah melahirkan,
dirinya terbebas dari segala dosa seperti keadaannya setelah dilahirkan ibunya.”
Hai Fatimah, setiap isteri yang melayani suaminya dengan niat yang benar, maka dirinya terbebas dari dosa-dosanya seperti pada hari dirinya dilahirkan ibunya. Ia tidak keluar dari dunia (yakni mati) kecuali tanpa membawa dosa. Ia menjumpai kuburnya sebagai pertamanan surga. Allah memberinya pahala seperti seribu orang yang berhaji dan berumrah, dan seribu malaikat memohonkan
keampunan untuknya hingga kiamat.”
“Setiap isteri yang melayani suaminya sepanjang hari dan malam hari disertai hati yang baik, ikhlas dan niat yang benar, maka Allah mengampuni dosanya. Pada hari kiamat kelak dirinya diberi pakaian berwarna hijau, dan dicatatkan untuknya pada setiap rambut yang ada ditubuhnya dengan seribu kebajikan, dan Allah memberi pahala kepadanya sebanyak seratus pahala orang yang mengerjakan haji dan umrah.”
Hai Fatimah, setiap isteri yang tersenyum manis di muka suaminya, maka Allah memperhatikannya dengan penuh rahmat.”Hai Fatimah, setiap isteri yang menyediakan diri untuk tidur bersama suaminya dengan sepenuh hati, maka ada seruan yang ditujukan kepadanya dari langit, `Hai Wanita, maka hadapkanlah dengan membawa amalmu. Sesungguhnya Allah telah mengampuni
dosa-dosamu yang berlalu dan yang akan datang.”Hai Fatimah, setiap isteri yang menyapu minyak rambut suaminya dan juga menghiaskan janggut, kumis dan memotong kuku-kukunya, maka Allah kelak memberi minum kepadanya dari rahiqim makhtum dan dari sungai yang ada di syurga.
Bahkan Allah kelak akan meringankan beban sakaratul maut. Kelak dirinya akan menjumpai kuburnya bagaikan taman surga. Allah mencatatkan dirinya terbebas dari neraka dan mudah untuk melalui titian sirath.
Monday, 6 August 2012
11 bentuk kebiasaan yang dapat meningkatkan tingkat kepercayaan
Pondasi dari setiap hubungan, entah itu bisnis, pasangan, orang tua,
klien, ataupun teman, adalah kepercayaan. Kepercayaan bukan suatu hal
yang dapat dibangun dengan sekejap mata, melainkan melalui sebuah kebiasaan yang konsisten dalam hubungan interaksi anda.
Dibawah ini adalah 11 bentuk kebiasaan yang dapat meningkatkan tingkat kepercayaan dalam hubungan interaksi anda:
1. Transparan
Jangan mencoba menyembunyikan sesuatu dari orang lain. Jauhkan dari segala macam agenda/rencana tersembunyi. Anda mungkin berpikir anda dapat mengelabui mereka. Namun perlu anda ketahui, kebanyakan orang memiliki intuisi yang baik, dan meskipun mereka tidak mengetahui persis apa sebetulnya rencana tersembunyi anda, mereka setidaknya memiliki perasaan yang kurang enak berada di dekat anda. Biasanya orang-orang yang mempunyai rencana tersembunyi akan terlihat dari bahasa tubuhnya. (lihat juga Bagaimana Mengetahui Seseorang Sedang Berbohong).
Jika mereka merasa tidak nyaman berada di dekat anda, mereka juga tidak akan bisa menaruh kepercayaan kepada anda.
2. Tulus
Hal ini mirip dengan poin nomor satu. Katakanlah sesuatu dengan jujur. Jangan coba-coba untuk mengelabui orang lain dengan kata-kata anda, seperti memberi pujian palsu atau pura-pura memberi dukungan. Sekali lagi, orang-orang mempunyai semacam detektor.
Ketika seseorang mengetahui bahwa anda betul-betul tulus, kepercayaan mereka akan meningkat kepada anda. Orang-orang menyukai kebenaran.
3. Fokus Pada Menambah Nilai
Dalam setiap hubungan, fokuskan pada tindakan-tindakan yang menyentuh hati seseorang. Bekerja keraslah untuk itu, karena ketika anda berhasil memberi nilai tambah pada kehidupan seseorang, mereka tidak hanya merasakan bahwa anda berada di pihaknya, mereka juga akan memiliki dorongan untuk melakukan hal yang sama kepada anda.
Contohnya, dalam hubungan bisnis adalah anda melakukan suatu hal lebih cepat dari yang dijanjikan. Dalam hubungan pribadi adalah anda fokus pada memenuhi keinginan pasangan anda daripada keinginan anda sendiri.
4. Hadirlah Dengan Seluruh Jiwa Raga Anda
Dimana saja anda berbicara dengan seseorang, buatlah ia menjadi fokus utama. Jangan berpikir tentang kerjaan di kantor ketika anda berada di rumah dan berbicara dengan pasangan anda. Sebaliknya, jangan berpikir tentang kondisi di rumah ketika anda sedang bersama klien. Hadir dengan seluruh jiwa raga anda berarti anda memberikan waktu yang berkualitas dan waktu yang berkualitas akan membangun kepercayaan.
5. Perlakukanlah Selalu Orang Dengan Hormat
Semenjak kecil kita selalu diajarkan oleh orang tua dan guru kita untuk berlaku hormat pada orang lain. Namun, karena pengaruh lingkungan, nilai-nilai tersebut mulai luntur, kita malah terbawa pada kebiasaan buruk meremehkan orang lain. Hal ini termasuk perilaku membicarakan hal-hal yang kurang baik di belakang seseorang.
Ingatlah, martabat orang lain sebagai manusia, mereka berhak diperlakukan dengan hormat. Ketika orang-orang mengetahui bahwa anda selalu memperlakukan mereka dengan hormat, maka orang-orang pun akan menaruh banyak kepercayaan pada anda.
6. Ambillah Tanggung Jawab
Ketika diri anda sedang berantakan, segeralah bereskan diri anda tanpa terkecuali. Orang lain tidak akan mengerti dan mungkin tidak akan peduli dengan permasalahan yang anda alami. Lupakan mencari-cari alasan, dan ambillah saja tanggung jawab yang diberikan pada anda, tidak perlu banyak berpikir. Pembenaran dan membuat alasan mungkin membantu anda dalam jangka pendek, namun untuk jangka panjang, justru akan menurunkan tingkat kepercayaan orang terhadap anda.
Dewasa ini, berani bertanggung jawab merupakan karakter yang sulit ditemukan dimana kebanyakan orang lebih sering menghindari konsekuensi negatif akibat perbuatan mereka. Beranilah untuk membuat perbedaan maka anda akan merebut kepercayaan dari orang lain.
7. Fokus Pada Umpan Balik
Kecuali anda adalah seorang pembaca pikiran, satu-satunya cara anda dapat mengetahui seberapa baik hubungan anda dengan seseorang adalah dengan cara meminta umpan balik (feedback) dari orang tersebut. Jangan hanya pasif menunggu orang memberi umpan balik pada anda, namun anda harus aktif memintanya. Kebanyakan orang takut untuk memberikan umpan balik kepada anda, apalagi jika mengandung hal negatif. Mintalah dengan tulus kepada seseorang dan berilah respon yang baik, maka orang tersebut akan rela untuk memberikan umpan balik kepada anda. Terimalah semua umpan balik, baik yang positif maupun negatif, dan sebisa mungkin rubahlah kebiasaan anda yang kurang baik berdasarkan umpan balik tersebut.
8. Terimalah Kritikan Dengan Baik
Belajarlah untuk mengatasi kritik dengan rasa syukur. Dibanding anda bertahan (defensive), pertimbangkan apa yang orang lain katakan, mungkin ada benarnya. Menutup diri anda dari segala kritik mempunyai dampak menutup segala komunikasi.
Dalam beberapa kasus, kritik mungkin ada tidak benarnya. Untuk contoh ini, anda mempunyai kesempatan untuk menunjukkan empati. Cobalah mengerti permasalahan seseorang dari sudut pandangnya. Mungkin kritik hanyalah sekedar luapan emosi dari kekesalan yang mereka miliki pada anda. Kerelaan anda untuk tidak mengambil sikap bertahan justru akan meningkatkan rasa kepercayaan dalam hubungan anda dan orang tersebut.
9. Berbudi Bahasa yang Baik
Berbudi bahasa yang baik harus dapat anda pegang teguh. Hanya ucapkan kata-kata yang baik kepada orang-orang, meskipun orang tersebut tidak berkata baik kepada anda. Cepatlah meminta maaf ketika anda mengetahui bahwa anda salah.
Mengapa anda harus melakukan ini? Pertama, bayangkan apa yang anda rasakan jika orang-orang mendapatkan pengalaman yang baik bersama anda. Kedua, bayangkan tingkah laku orang-orang yang akan ikut terbawa menjadi lebih baik karena mereka berada dekat terus dengan anda. Orang-orang akan menaruh kepercayaan besar kepada anda.
10. Memegang Janji
Janji adalah sesuatu yang memiliki dampak yang sangat kuat. Tepatilah semua janji yang telah anda buat. Buatlah kata-kata anda jauh lebih kuat dibanding kontrak tertulis apapun, dan jangan sekali-kali membuat janji kosong.
Alhasil orang-orang akan menghargai anda dan menaruh kepercayaan yang tinggi kepada anda.
11. Konsisten
Yang tidak kalah penting, konsistenlah dengan perilaku-perilaku diatas. Jangan hanya sesekali saja anda melakukannya. Konsistensi adalah kunci untuk menjaga kepercayaan orang lain kepada anda.
Sumber: http://www.akuinginsukses.com/11-kunci-untuk-membangun-kepercayaan/
Dibawah ini adalah 11 bentuk kebiasaan yang dapat meningkatkan tingkat kepercayaan dalam hubungan interaksi anda:
1. Transparan
Jangan mencoba menyembunyikan sesuatu dari orang lain. Jauhkan dari segala macam agenda/rencana tersembunyi. Anda mungkin berpikir anda dapat mengelabui mereka. Namun perlu anda ketahui, kebanyakan orang memiliki intuisi yang baik, dan meskipun mereka tidak mengetahui persis apa sebetulnya rencana tersembunyi anda, mereka setidaknya memiliki perasaan yang kurang enak berada di dekat anda. Biasanya orang-orang yang mempunyai rencana tersembunyi akan terlihat dari bahasa tubuhnya. (lihat juga Bagaimana Mengetahui Seseorang Sedang Berbohong).
Jika mereka merasa tidak nyaman berada di dekat anda, mereka juga tidak akan bisa menaruh kepercayaan kepada anda.
2. Tulus
Hal ini mirip dengan poin nomor satu. Katakanlah sesuatu dengan jujur. Jangan coba-coba untuk mengelabui orang lain dengan kata-kata anda, seperti memberi pujian palsu atau pura-pura memberi dukungan. Sekali lagi, orang-orang mempunyai semacam detektor.
Ketika seseorang mengetahui bahwa anda betul-betul tulus, kepercayaan mereka akan meningkat kepada anda. Orang-orang menyukai kebenaran.
3. Fokus Pada Menambah Nilai
Dalam setiap hubungan, fokuskan pada tindakan-tindakan yang menyentuh hati seseorang. Bekerja keraslah untuk itu, karena ketika anda berhasil memberi nilai tambah pada kehidupan seseorang, mereka tidak hanya merasakan bahwa anda berada di pihaknya, mereka juga akan memiliki dorongan untuk melakukan hal yang sama kepada anda.
Contohnya, dalam hubungan bisnis adalah anda melakukan suatu hal lebih cepat dari yang dijanjikan. Dalam hubungan pribadi adalah anda fokus pada memenuhi keinginan pasangan anda daripada keinginan anda sendiri.
4. Hadirlah Dengan Seluruh Jiwa Raga Anda
Dimana saja anda berbicara dengan seseorang, buatlah ia menjadi fokus utama. Jangan berpikir tentang kerjaan di kantor ketika anda berada di rumah dan berbicara dengan pasangan anda. Sebaliknya, jangan berpikir tentang kondisi di rumah ketika anda sedang bersama klien. Hadir dengan seluruh jiwa raga anda berarti anda memberikan waktu yang berkualitas dan waktu yang berkualitas akan membangun kepercayaan.
5. Perlakukanlah Selalu Orang Dengan Hormat
Semenjak kecil kita selalu diajarkan oleh orang tua dan guru kita untuk berlaku hormat pada orang lain. Namun, karena pengaruh lingkungan, nilai-nilai tersebut mulai luntur, kita malah terbawa pada kebiasaan buruk meremehkan orang lain. Hal ini termasuk perilaku membicarakan hal-hal yang kurang baik di belakang seseorang.
Ingatlah, martabat orang lain sebagai manusia, mereka berhak diperlakukan dengan hormat. Ketika orang-orang mengetahui bahwa anda selalu memperlakukan mereka dengan hormat, maka orang-orang pun akan menaruh banyak kepercayaan pada anda.
6. Ambillah Tanggung Jawab
Ketika diri anda sedang berantakan, segeralah bereskan diri anda tanpa terkecuali. Orang lain tidak akan mengerti dan mungkin tidak akan peduli dengan permasalahan yang anda alami. Lupakan mencari-cari alasan, dan ambillah saja tanggung jawab yang diberikan pada anda, tidak perlu banyak berpikir. Pembenaran dan membuat alasan mungkin membantu anda dalam jangka pendek, namun untuk jangka panjang, justru akan menurunkan tingkat kepercayaan orang terhadap anda.
Dewasa ini, berani bertanggung jawab merupakan karakter yang sulit ditemukan dimana kebanyakan orang lebih sering menghindari konsekuensi negatif akibat perbuatan mereka. Beranilah untuk membuat perbedaan maka anda akan merebut kepercayaan dari orang lain.
7. Fokus Pada Umpan Balik
Kecuali anda adalah seorang pembaca pikiran, satu-satunya cara anda dapat mengetahui seberapa baik hubungan anda dengan seseorang adalah dengan cara meminta umpan balik (feedback) dari orang tersebut. Jangan hanya pasif menunggu orang memberi umpan balik pada anda, namun anda harus aktif memintanya. Kebanyakan orang takut untuk memberikan umpan balik kepada anda, apalagi jika mengandung hal negatif. Mintalah dengan tulus kepada seseorang dan berilah respon yang baik, maka orang tersebut akan rela untuk memberikan umpan balik kepada anda. Terimalah semua umpan balik, baik yang positif maupun negatif, dan sebisa mungkin rubahlah kebiasaan anda yang kurang baik berdasarkan umpan balik tersebut.
8. Terimalah Kritikan Dengan Baik
Belajarlah untuk mengatasi kritik dengan rasa syukur. Dibanding anda bertahan (defensive), pertimbangkan apa yang orang lain katakan, mungkin ada benarnya. Menutup diri anda dari segala kritik mempunyai dampak menutup segala komunikasi.
Dalam beberapa kasus, kritik mungkin ada tidak benarnya. Untuk contoh ini, anda mempunyai kesempatan untuk menunjukkan empati. Cobalah mengerti permasalahan seseorang dari sudut pandangnya. Mungkin kritik hanyalah sekedar luapan emosi dari kekesalan yang mereka miliki pada anda. Kerelaan anda untuk tidak mengambil sikap bertahan justru akan meningkatkan rasa kepercayaan dalam hubungan anda dan orang tersebut.
9. Berbudi Bahasa yang Baik
Berbudi bahasa yang baik harus dapat anda pegang teguh. Hanya ucapkan kata-kata yang baik kepada orang-orang, meskipun orang tersebut tidak berkata baik kepada anda. Cepatlah meminta maaf ketika anda mengetahui bahwa anda salah.
Mengapa anda harus melakukan ini? Pertama, bayangkan apa yang anda rasakan jika orang-orang mendapatkan pengalaman yang baik bersama anda. Kedua, bayangkan tingkah laku orang-orang yang akan ikut terbawa menjadi lebih baik karena mereka berada dekat terus dengan anda. Orang-orang akan menaruh kepercayaan besar kepada anda.
10. Memegang Janji
Janji adalah sesuatu yang memiliki dampak yang sangat kuat. Tepatilah semua janji yang telah anda buat. Buatlah kata-kata anda jauh lebih kuat dibanding kontrak tertulis apapun, dan jangan sekali-kali membuat janji kosong.
Alhasil orang-orang akan menghargai anda dan menaruh kepercayaan yang tinggi kepada anda.
11. Konsisten
Yang tidak kalah penting, konsistenlah dengan perilaku-perilaku diatas. Jangan hanya sesekali saja anda melakukannya. Konsistensi adalah kunci untuk menjaga kepercayaan orang lain kepada anda.
Sumber: http://www.akuinginsukses.com/11-kunci-untuk-membangun-kepercayaan/
Wednesday, 11 July 2012
Ternyata sebuah perkawinan tak semudah yang terlihat
Seorang pria dan wanita telah menikah selama lebih dari 60 tahun.
Mereka saling berbagi apa saja. Mereka berbincang tentang apa saja.
Mereka tidak menyimpan rahasia satu dari yang lain, kecuali bahwa
wanita tua itu mempunyai sebuah kotak sepatu di lemari pakaiannya yang
dia katakan kepada suaminya untuk tidak sekali2 membukanya atau bahkan
menanyakan tentang barang itu kepadanya.
Selama bertahun-tahun, si suami tak peduli tentang kotak itu, tetapi suatu saat si wanita tua itu jatuh sakit dan dokter mengatakan bahwa dia tidak akan sembuh. Untuk merapikan seluruh urusan mereka, si suami mengambil kotak sepatu itu dan membawanya ke ranjang tidur isteri yang sedang berbaring sakit.
Si isteri sepakat bahwa inilah saatnya untuk si suami mengetahui apa yang tersimpan di kotak itu.
Ketika dia membukanya, dia temukan ada 2 boneka rajut (crocheted dolls) dan setumpuk uang sejumlah $ 95,000 (Rp 1milyar)! Dia segera bertanya kepada isterinya tentang barang dan uang tersebut.
“Ketika kita menikah,” si isteri menjelaskan, “nenekku menceritakan rahasia kebahagiaan perkawinan, yaitu jangan membantah. Dia bilang jika suatu saat saya merasa marah terhadapmu, saya harus tetap tinggal diam dan merajut sebuah boneka.”
Si suami tua itu sungguh tersentuh hatinya; dia sulit menahan air matanya. Hanya ada dua boneka yang indah di kotak itu, artinya sang istri marah kepadanya hanya dua kali selama bertahun-tahun hidup bersama dan saling mencintai. Hati suami berbunga-bunga karena rasa bahagia.
“Sayangku,” dia berkata, “sudah jelas bagiku tentang boneka itu, tetapi bagaimana tentang adanya uang sebanyak itu? Dari mana kau dapatkan itu?”
"Oh," isteri menyahut, “Itu adalah uang hasil penjualanku dari boneka-boneka itu!”
Hm...sepertinya pernikahan tidak seindah dan semudah yang dibayangkan...walau terlihat begitu bahagia dan awet hingga akhir ternyata banyak tantangan, rintangan, penderitaan dan perjuangan didalamnya....
Cerita ini banyak di dunia maya dan sangat mengesankanku. Sebuah penyatuan dua orang insan yang berbeda gender, berbeda latarbelakang, berbeda pengalaman dan perbedaan2 lainnya...disatukan dalam rumah yg sama dengan judul perkawinan... maka harus memilih tujuan yang sama. Betapa sulitnya menyatukan perbedaan untuk satu tujuan yang sama. Jadi dalam menjaga kelangsungan sebuah perkawinan harus ada yang mengalah ketika terjadi suatu perbedaan...dan bila tejadi suatu kesalahan cepat memaafkan. Sayangnya kl cerita diatas yang wanita saja yg sering mengalah tapi seharusnya seimbang kadangkala yang wanita kadangkala yang laki2.Sebenarnya itulah yang terjadi suatu perkawinan akan langgeng bila ada saling diantara keduanya...langgeng bila ada keseimbangan diantara keduanya.
Selama bertahun-tahun, si suami tak peduli tentang kotak itu, tetapi suatu saat si wanita tua itu jatuh sakit dan dokter mengatakan bahwa dia tidak akan sembuh. Untuk merapikan seluruh urusan mereka, si suami mengambil kotak sepatu itu dan membawanya ke ranjang tidur isteri yang sedang berbaring sakit.
Si isteri sepakat bahwa inilah saatnya untuk si suami mengetahui apa yang tersimpan di kotak itu.
Ketika dia membukanya, dia temukan ada 2 boneka rajut (crocheted dolls) dan setumpuk uang sejumlah $ 95,000 (Rp 1milyar)! Dia segera bertanya kepada isterinya tentang barang dan uang tersebut.
“Ketika kita menikah,” si isteri menjelaskan, “nenekku menceritakan rahasia kebahagiaan perkawinan, yaitu jangan membantah. Dia bilang jika suatu saat saya merasa marah terhadapmu, saya harus tetap tinggal diam dan merajut sebuah boneka.”
Si suami tua itu sungguh tersentuh hatinya; dia sulit menahan air matanya. Hanya ada dua boneka yang indah di kotak itu, artinya sang istri marah kepadanya hanya dua kali selama bertahun-tahun hidup bersama dan saling mencintai. Hati suami berbunga-bunga karena rasa bahagia.
“Sayangku,” dia berkata, “sudah jelas bagiku tentang boneka itu, tetapi bagaimana tentang adanya uang sebanyak itu? Dari mana kau dapatkan itu?”
"Oh," isteri menyahut, “Itu adalah uang hasil penjualanku dari boneka-boneka itu!”
Hm...sepertinya pernikahan tidak seindah dan semudah yang dibayangkan...walau terlihat begitu bahagia dan awet hingga akhir ternyata banyak tantangan, rintangan, penderitaan dan perjuangan didalamnya....
Cerita ini banyak di dunia maya dan sangat mengesankanku. Sebuah penyatuan dua orang insan yang berbeda gender, berbeda latarbelakang, berbeda pengalaman dan perbedaan2 lainnya...disatukan dalam rumah yg sama dengan judul perkawinan... maka harus memilih tujuan yang sama. Betapa sulitnya menyatukan perbedaan untuk satu tujuan yang sama. Jadi dalam menjaga kelangsungan sebuah perkawinan harus ada yang mengalah ketika terjadi suatu perbedaan...dan bila tejadi suatu kesalahan cepat memaafkan. Sayangnya kl cerita diatas yang wanita saja yg sering mengalah tapi seharusnya seimbang kadangkala yang wanita kadangkala yang laki2.Sebenarnya itulah yang terjadi suatu perkawinan akan langgeng bila ada saling diantara keduanya...langgeng bila ada keseimbangan diantara keduanya.
Wednesday, 13 June 2012
Instal ulang sistem anda untuk melanjutkan kehidupan yang lebih baik..
Dalam kehidupan sehari kita sering putus asa dalam menghadapi berbagai masalah yang datang. Sebenarnya yang harus dilakukan agar hidup ini dapat dilanjutkan dengan baik adalah dengan membalikkan keadaan pada posisinya semula. Bila diri kita seumpama sebuah komputer yang ada hardware dan software. Yang paling utama hardware...bila tak ada masalah dengan hardware maka baru beralih pada software. Bila parangkat komputer sudah tua kitapun harus tahu diri bila agak2 sakit sedikit itu karena dimakan usia...namun yang penting softwarenya masih bagus dan banyak aplikasi2 yang bermaafaat maka komputer masih dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan. Namun bila terpelihara dengan baik maka hardware bisa juga awet walaupun sudah tua. Jadi diri kita kurang lebih sama dengan sebuah komputer. Bagaimana kita menyikapinya?
Setelah memperbaiki hardware maka dilanjutkan dengan software yang ada. Hal selanjutnya jadi perhatian adalah...sistem yang menjalankan program2 sudah terinfeksi virus2 kehidupan jadi diperlukan pembersihan total dengan melakukan install ulang kedalam sistem otak. Bila otak sebagai operating sistem sudah terinfeksi virus terlalu banyak maka tak bisa diatasi hanya dengan anti virus saja. Dengan terlalu banyak virus dalam sistem otak sehingga sulit untuk menjalankan program yang sudah ada ataupun progran yang baru di masukkan...dimana sistem sudah terinfeksi menyebabkan program yang ada sulit untuk dijalankan atau malah tak bisa jalan sama sekali.
Asal virus kehidupan itu berasal dari penglihatan dan pendengaran. 2 hal itu akan mempengaruhi sistem otak kita...mempengaruhi cara kita berpikir. Cara kita berpikir akan mempengaruhi cara kita bertindak atau berbuat. Cara kita kita berbuat atau bertingkah laku akan memjdi suatu kebiasaan. kebiasaan ini akan menetap menjadi diri kita atau istilah lain karakter. Karakter ini yang akan menjadi nasib kita. Baik buruk nasib kita inilah yang membuat kita berada dalam masalah atau tidak. Maka mari kita coba untuk melakukan koreksi diri...
Cara praktis menanggulanginya:
Setelah memperbaiki hardware maka dilanjutkan dengan software yang ada. Hal selanjutnya jadi perhatian adalah...sistem yang menjalankan program2 sudah terinfeksi virus2 kehidupan jadi diperlukan pembersihan total dengan melakukan install ulang kedalam sistem otak. Bila otak sebagai operating sistem sudah terinfeksi virus terlalu banyak maka tak bisa diatasi hanya dengan anti virus saja. Dengan terlalu banyak virus dalam sistem otak sehingga sulit untuk menjalankan program yang sudah ada ataupun progran yang baru di masukkan...dimana sistem sudah terinfeksi menyebabkan program yang ada sulit untuk dijalankan atau malah tak bisa jalan sama sekali.
Asal virus kehidupan itu berasal dari penglihatan dan pendengaran. 2 hal itu akan mempengaruhi sistem otak kita...mempengaruhi cara kita berpikir. Cara kita berpikir akan mempengaruhi cara kita bertindak atau berbuat. Cara kita kita berbuat atau bertingkah laku akan memjdi suatu kebiasaan. kebiasaan ini akan menetap menjadi diri kita atau istilah lain karakter. Karakter ini yang akan menjadi nasib kita. Baik buruk nasib kita inilah yang membuat kita berada dalam masalah atau tidak. Maka mari kita coba untuk melakukan koreksi diri...
Cara praktis menanggulanginya:
- Instal ulang
Sadari siapa kita sesungguhnya...."Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka itu menyembah Aku".Surat Adz-Dzariyat ttg penciptaan manusia, kita manusia dan jin diciptakan utk menyembah Allah...jadi lkukankan segala dalam rangka menyembah Allah..Dan bila kita berbuat jauh dari pada itu maka jangan salah muara kita adalah masalah. - Masukan anti virus...pilih anti virus yang uptodate
Bila sudah kembali bersih masukan anti virus dengan memperbanyak ilmu dan ibadah serta lakukan seleksi selektif agar tidak merusak kebersihan hati dan amalan kita. - Ketika memasukan program baru pilihlah program yang kurang mengandung resiko virus
Pilih ilmu yang bermanfaat utamakan ilmu akhirat dibanding ilmu dunia dan ibadah yang tak bersifat bid'ah - Pelihara dengan selalu mengupdate anti virus
Lakukan terus dan berkesinambungan agar diri kita tak terpengaruh dengan hal2 yang menyesatkan.
dengan cara memperbanyak ibadah dan mengingat Allah ; QIAMULAIL, SHALAT SUNAT..DHUHA.bersedekah. berbakti pada ortu, menjaga silahturahmi dll - Instal ulang lagi bila virus sudah terlalu banyak...tp hati jangan sampai membuang program lama yang bermanfaat.
Bila sudah banyak virus kehidupan jangan segan untuk melakukan install ulang lagi...
Ha..ha,,ha... berantakan banget tulisanku..berbanding lurus dengan kekacauan otakku..ups sorry...be positif dong.
Saturday, 2 June 2012
Letakkan cinta pada tempatnya...
Ketika cinta diletakan tak pada tempatnya ia akan terasa menyiksa dan menyakitkan tapi bila diletakkan pada tempat dan porsi yang tepat maka akan terasa keindahannya.
1. Tempat yang tepat adalah letakkan cinta pada Allah diatas cinta kepada makhluknya
Cinta mempunyai energi yang luar biasa namun ia juga rapuh. Dengan pernikahan cinta dapat terlindungi dari kemadharatan yang ada padanya. Dengan akad pernikahan, maka dihalalkan segala macam bentuk ekspresi cinta dari pasangan suami istri. Bahkan setiap ekspresi dari cinta tersebut bernilai ibadah di sisi Allah SWT. Pengorbanan atas nama cinta tidak lagi menjadi sia-sia. Akan tetapi bernilai sangat istimewa.
Ketika kita memilih untuk mencintai seseorang maka cintailah ia karena Allah itulah pernikahan. Ketika kita memilih untuk bertahan bersamanya untuk saling mencintai dalam bahtera rumahtangga dengan segala suka dan duka maka lakukanlah karena Allah...seandainyapun kita harus berpisah maka lakukanlan karena Allah juga.
Menempatkan Allah diatas segalanya...bukan kaulah segala seperti lagunya Ruth Sahanaya akan lebih mendatangkan kenyamanan dan ketentraman dalam melangkah mengarungi dunia yang fana ini. Demikian juga dengan cinta dengan menempatkan cinta kepada Allah diatas cinta kepada makhluk maka itulah sunnatullah.Cintaku hanya karena Mu. Bertemu dan berpisahlah hanya karena Allah.
2. Porsi yang tepat adalah cintailah sesuatu itu dengan sederhana...
Bila cinta pada makhluk sudah tak sesuai dengan porsinya maka makhluk akan aniaya pada dirinya sendiri.Rasulullah cinta kesederhaan... sederhanalah dalam mencintai dan membenci seperti hadis dibawah ini:
Cintailah sesuatu itu dengan biasa-biasa saja karena boleh jadi suatu saat nanti dia akan menjadi sesuatu yang kamu benci, dan bencilah sesuatu yang tidak kamu ketahui dengan biasa-biasa saja, karena boleh jadi suatu saat nanti dia akan menjadi sesuatu yang kamu cintai.” ( HR. Bukhari , Abu Daud, Tirmidzi, dan Ibnu Majah, dari{Abu Hurairah )
1. Tempat yang tepat adalah letakkan cinta pada Allah diatas cinta kepada makhluknya
Cinta mempunyai energi yang luar biasa namun ia juga rapuh. Dengan pernikahan cinta dapat terlindungi dari kemadharatan yang ada padanya. Dengan akad pernikahan, maka dihalalkan segala macam bentuk ekspresi cinta dari pasangan suami istri. Bahkan setiap ekspresi dari cinta tersebut bernilai ibadah di sisi Allah SWT. Pengorbanan atas nama cinta tidak lagi menjadi sia-sia. Akan tetapi bernilai sangat istimewa.
Ketika kita memilih untuk mencintai seseorang maka cintailah ia karena Allah itulah pernikahan. Ketika kita memilih untuk bertahan bersamanya untuk saling mencintai dalam bahtera rumahtangga dengan segala suka dan duka maka lakukanlah karena Allah...seandainyapun kita harus berpisah maka lakukanlan karena Allah juga.
Menempatkan Allah diatas segalanya...bukan kaulah segala seperti lagunya Ruth Sahanaya akan lebih mendatangkan kenyamanan dan ketentraman dalam melangkah mengarungi dunia yang fana ini. Demikian juga dengan cinta dengan menempatkan cinta kepada Allah diatas cinta kepada makhluk maka itulah sunnatullah.Cintaku hanya karena Mu. Bertemu dan berpisahlah hanya karena Allah.
2. Porsi yang tepat adalah cintailah sesuatu itu dengan sederhana...
Bila cinta pada makhluk sudah tak sesuai dengan porsinya maka makhluk akan aniaya pada dirinya sendiri.Rasulullah cinta kesederhaan... sederhanalah dalam mencintai dan membenci seperti hadis dibawah ini:
Cintailah sesuatu itu dengan biasa-biasa saja karena boleh jadi suatu saat nanti dia akan menjadi sesuatu yang kamu benci, dan bencilah sesuatu yang tidak kamu ketahui dengan biasa-biasa saja, karena boleh jadi suatu saat nanti dia akan menjadi sesuatu yang kamu cintai.” ( HR. Bukhari , Abu Daud, Tirmidzi, dan Ibnu Majah, dari{Abu Hurairah )
Friday, 1 June 2012
Mengapa Berteriak?
Suatu hari sang guru bertanya kepada murid-muridnya;
"Mengapa ketika seseorang sedang dalam keadaan marah, ia akan berbicara dengan suara kuat atau berteriak?"
Seorang murid setelah berpikir cukup lama mengangkat tangan
dan menjawab;
"Karena saat seperti itu ia telah kehilangan kesabaran, karena itu ia lalu berteriak."
"Tapi..." sang guru balik bertanya, "lawan bicaranya justru berada disampingnya. Mengapa harus berteriak? Apakah ia tak dapat berbicara secara halus?"
Hampir semua murid memberikan sejumlah alasan yang dikira benar
Menurut pertimbangan mereka. Namun tak satupun jawaban yang memuaskan.
Sang guru lalu berkata; "Ketika dua orang sedang berada dalam
situasi kemarahan,jarak antara ke dua hati mereka menjadi amat jauh
walau secara fisik mereka begitu dekat.
Karena itu, untuk mencapai jarak yang demikian, mereka harus
berteriak.
Namun anehnya, semakin keras mereka berteriak, semakin pula mereka
menjadi marah dan dengan sendirinya jarak hati yang ada di antara
keduanya pun menjadi lebih jauh lagi. Karena itu mereka terpaksa
berteriak
lebih keras lagi."
Sang guru masih melanjutkan; "Sebaliknya, apa yang terjadi ketika dua
orang
saling jatuh cinta?
Mereka tak hanya tidak berteriak, namun ketika mereka berbicara suara
yang keluar dari mulut mereka begitu halus dan kecil.
Sehalus apapun, keduanya bisa mendengarkannya dengan begitu jelas.
Mengapa demikian?" Sang guru bertanya sambil memperhatikan para
muridnya.
Mereka nampak berpikir amat dalam namun tak satupun berani memberikan
jawaban.
"Karena hati mereka begitu dekat, hati mereka tak berjarak.
Pada akhirnya sepatah katapun tak perlu diucapkan.
Sebuah pandangan mata saja amatlah cukup membuat mereka memahami
apa yang ingin mereka sampaikan."
Sang guru masih melanjutkan; "Ketika anda sedang dilanda kemarahan,
janganlah hatimu menciptakan jarak.
Lebih lagi hendaknya kamu tidak mengucapkan kata yang mendatangkan
jarak di antara kamu.
Mungkin di saat seperti itu, TAK mengucapkan kata-kata mungkin
merupakan cara yang BIJAKSANA. Karena waktu akan membantu anda.
Sedikit tip untuk melatih kesabaran diri :
2. Jangan memperturutkan hawa nafsu untuk melakukan perbuatan marah
4. Katakan kepada diri sendiri, bahwa orang yang melakukan penganiayaan kepada anda adalah orang yang tidak mengerti. Sehingga pada saat kita teraniaya tentu kita akan bersabar seraya berdoa. “ya Allah ampunilah mereka, karena mereka melakukan semua ini karena kebodohan mereka”.
5. Standar kebaikan seseorang berbeda. Mungkin dengan alat detektor point ini akan sangat jitu untuk berbuat sabar. Mungkin menurut mereka berbuat “ini” dan “itu” adalah sudah termasuk perbuatan baik padahal menurut kita hal itu belum termasuk kebaikan. Berempati terhadap orang lain.
"Mengapa ketika seseorang sedang dalam keadaan marah, ia akan berbicara dengan suara kuat atau berteriak?"
Seorang murid setelah berpikir cukup lama mengangkat tangan
dan menjawab;
"Karena saat seperti itu ia telah kehilangan kesabaran, karena itu ia lalu berteriak."
"Tapi..." sang guru balik bertanya, "lawan bicaranya justru berada disampingnya. Mengapa harus berteriak? Apakah ia tak dapat berbicara secara halus?"
Hampir semua murid memberikan sejumlah alasan yang dikira benar
Menurut pertimbangan mereka. Namun tak satupun jawaban yang memuaskan.
Sang guru lalu berkata; "Ketika dua orang sedang berada dalam
situasi kemarahan,jarak antara ke dua hati mereka menjadi amat jauh
walau secara fisik mereka begitu dekat.
Karena itu, untuk mencapai jarak yang demikian, mereka harus
berteriak.
Namun anehnya, semakin keras mereka berteriak, semakin pula mereka
menjadi marah dan dengan sendirinya jarak hati yang ada di antara
keduanya pun menjadi lebih jauh lagi. Karena itu mereka terpaksa
berteriak
lebih keras lagi."
Sang guru masih melanjutkan; "Sebaliknya, apa yang terjadi ketika dua
orang
saling jatuh cinta?
Mereka tak hanya tidak berteriak, namun ketika mereka berbicara suara
yang keluar dari mulut mereka begitu halus dan kecil.
Sehalus apapun, keduanya bisa mendengarkannya dengan begitu jelas.
Mengapa demikian?" Sang guru bertanya sambil memperhatikan para
muridnya.
Mereka nampak berpikir amat dalam namun tak satupun berani memberikan
jawaban.
"Karena hati mereka begitu dekat, hati mereka tak berjarak.
Pada akhirnya sepatah katapun tak perlu diucapkan.
Sebuah pandangan mata saja amatlah cukup membuat mereka memahami
apa yang ingin mereka sampaikan."
Sang guru masih melanjutkan; "Ketika anda sedang dilanda kemarahan,
janganlah hatimu menciptakan jarak.
Lebih lagi hendaknya kamu tidak mengucapkan kata yang mendatangkan
jarak di antara kamu.
Mungkin di saat seperti itu, TAK mengucapkan kata-kata mungkin
merupakan cara yang BIJAKSANA. Karena waktu akan membantu anda.
Sedikit tip untuk melatih kesabaran diri :
1.Bersabar dengan niat untuk ibadah,
perbuatan yang dilakukan tanpa di dasari niat ibadah akan menyebabkan
efek tidak menyenangkan.
2. Jangan memperturutkan hawa nafsu untuk melakukan perbuatan marah
3. Berilah pemahaman kepada diri
sendiri bahwa, setiap keberhasilan membutuhkan perjuangan, dan diantara
perjuangannya adalah kesabaran. Dengan demikian jika kita mendapatkan
masalah maka segala perbuatan akan dapat terselesaikan dengan penuh
kesabaran.
4. Katakan kepada diri sendiri, bahwa orang yang melakukan penganiayaan kepada anda adalah orang yang tidak mengerti. Sehingga pada saat kita teraniaya tentu kita akan bersabar seraya berdoa. “ya Allah ampunilah mereka, karena mereka melakukan semua ini karena kebodohan mereka”.
5. Standar kebaikan seseorang berbeda. Mungkin dengan alat detektor point ini akan sangat jitu untuk berbuat sabar. Mungkin menurut mereka berbuat “ini” dan “itu” adalah sudah termasuk perbuatan baik padahal menurut kita hal itu belum termasuk kebaikan. Berempati terhadap orang lain.
Subscribe to:
Posts (Atom)