Hati yang tenang adalah hati yang selalu mengingatNya Jiwa kuat adalah jiwa yang penuh dengan keimanan
Saturday, 13 October 2012
3 Kunci Perkataan Ajaib
Kata yang ingin kusave di hatiku, sehingga bila nanti aku membutuhkannya bisa kubuka dan kupakaikan untuk suamiku, anak2ku dan org2 yg ku cinta
1. TERIMAKASIH.
2. MAAF
3. AKU CINTA KAMU
Satu kata yang KERAS dan KASAR hanya akan menumbuhkan KEBENCIAN
Satu kata yang dilontarkan TANPA KONTROL hanya akan membuat KEKACAUAN
Satu kata yang TIDAK SOPAN dan TIDAK RAMAH, hanya akan membuat CINTA JADI HAMBAR
Satu kata MAAF bisa melahirkan CINTA da Kasih sayang
Satu kata LEMBUT dan TULUS dapat membuat KEDAMAIAN
Satu kata PUJIAN dapat memberi SEMANGAT
Satu kata itu bisa menjadi KUTUKAN dan bisa membawa BERKAH
Terima kasih anak kau telah hadir disisiku, menghiasi hidup memperkaya jiwaku. Dan maafkan diriku karena tak sempurna sering berbuat kesilapan dan kekurangan ilmu dalam mebesarkanmu. Walaupun demikian aku sangat cinta padamu itu bukan suatu kebohongan itu lah kenyataannya....
Terima kasih suamiku
Thursday, 11 October 2012
Anak-anak Belajar dari Kehidupan
Tujuan pendidikan adalah memberikan ukuran budi pekerti manusia,
membangkitkan kesadaran hati nurani, dan memberikan semangat untuk
melaksanakan yang benar , baik dan indah.Anak dilahirkan didunia tidak
jelek dan orangtuanyalah yang menjadikannya baik atau buruk.
Rasulullah saw bersabda: Setiap bayi yang dilahirkan dalam keadaan fitrah. Maka kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, atau Nasrani, atau Majusi.(HR. Bukhari)
Puisi Dorothy Law Nolte yang berjudul Children Learn What They Live memperlihatkan perlakuan kita pada anak nantinya akan mempengaruhi sikap dan karakter diri. Hal sedikit ini mungkin bisa menjadi pegangan dalam memperlakukan anak sehari2 dalam kehidupan kita
Anak-anak Belajar dari Kehidupan
Jika anak hidup dengan celaan, ia akan belajar untuk mengutuk
Jika anak hidup dengan permusuhan, ia akan belajar untuk melawan
Jika anak hidup dengan cemooh, ia akan belajar untuk menjadi rendah diri
Jika anak hidup dengan hinaan, ia akan belajar meyesali diri
Jika anak hidup dengan toleransi, ia akan belajar menahan diri
Jika anak hidup dengan dorongan, ia akan belajar percaya diri
Jika anak hidup dengan pujian, ia akan belajar menghargai
Jika anak hidup dengan sebaik2 perlakuan, ia akan belajar tentang keadilan
Jika anak hidup dengan rasa aman, ia akan belajar mempercayai
Jika anak hidup dengan dukungan, ia akan belajar untuk menghargai dirinya
Jika anak hidup dengan cinta dan persahabatan,
ia akan belajar untuk menemukan cinta dalam kehidupannya
Reaksi kita akan Menentukan Sikap dan Perilaku Anak. Anak merupakan cermin dari perilaku orangtuanya, jadi saat membaca point-point di bawah ini, ingat-ingatlah apakah kita sebagai orangtua ingin memberikan contoh yang baik atau contoh yang buruk pada anak kita
1. Tegas namun tetap Sabar
Anak-anak cenderung lebih mendengarkan apa yang kita katakan jika menggunakan intonasi biasa / netral / standar.
2. Diamlah sejenak
Tidak ada salahnya anda mengatakan, "Bunda terlalu marah untuk menangani ini sekarang, kita bicarakan hal ini nanti."
3. Didik anak mereka
Pada saat kita merasa ingin menghukum anak karena satu dan lain hal, cobalah untuk memberikan pengertian kepadanya. "Ibu tidak suka kalau kamu meletakkan sepatu roda di ruang depan. Lain kali, tolong letakkan di dalam gudang. Bagaimana supaya kamu bisa mengingat itu?"
4. Bersikap Positif
Daripada mengatakan "Berapa kali ayah harus menyuruh kamu untuk menyikat gigi?!", katakan "Ayo sikat gigi, nanti kalau sudah selesai, ayah antarkan ke tempat tidur."
5. Berikan penjelasan, bukan ancaman
Dengan memberikan anak penjelasan singkat kenapa dia harus melakukan apa yang disuruh, berarti kita memberikannya alasan untuk menjaga kelakuannya.
6. Jangan marah
Daripada memusatkan perhatian pada kesalahan / kelakuan buruk anak , cobalah untuk memandang setiap konflik sebagai kesempatan untuk mengarahkan dan mendidik anak kita.
7. Berikan insentif
Arahkan anak untuk bersikap kooperatif dengan cara seperti "Sudah waktunya kita pulang, ayo naiklah perosotan sekali lagi kemudian kita pulang. Mama ingin sampai di rumah sebelum gelap agar kita sempat membuat kue."
8. Fleksible
Jika si kecil meminta "Bolehkah saya menyelesaikan film ini sebelum kita pergi?" dan jika kita sebenarnya masih memiliki banyak waktu dan tidak terburu-buru, berikanlah dia kesempatan untuk menyelesaikan film-nya. Ini adalah cara yang baik bagi si kecil untuk mempelajari mengenai artinya negosiasi.
9. Hentikan sikap otoriter
Bersikap keras dan menunjukkan kekuasaan kita pada si kecil hanya akan membuat kita merasa frustasi dan hal ini sangat tidak produktif. Ajaklah anak untuk bersikap kooperatif dengan cara seperti, "Ibu ingin kamu memakai baju yang bersih, tapi kamu selalu memakai baju yang sama setiap hari. Apa yang membuat kamu pengen memakai baju itu terus dan bagaimana kita dapat menyelesaikan permasalahan ini?" Kemungkinan anak anda untuk bersikap kooperatif jauh lebih besar jika solusi berasal dari dirinya sendiri.
10. Be Smart
Para orang tua biasanya menangani permasalahan dengan suatu cara tertentu meskipun cara tersebut tidak membantu. Jika yang lakukan tidak berhasil, carilah cara yang lebih efektif dalam menanganinya. Tip: Jauh lebih gampang untuk mengubah cara kita dalam menangani / menghadapinya dibanding mencoba mengubah anak anda. Tanyalah pada diri anda, "Apakah cara lain yang bisa saya lakukan agar dapat memperoleh reaksi yang lebih baik dari anak saya?"
Selain perlakuan kita terhadap mereka, hal lain yang mereka perlukan adalah contoh. Contoh yang paling bagus datang dari diri kita sendiri. Jadi jika menginginkan anak soleh maka persolehlah diri kita terlebih dahulu, jika ingin anak yang rajin maka bikin kita rajin duluan. Dan terakhir adalah kekuatan doa, doakan mereka agar menjadi anak yang kita harapkan dan sesuai pula dengan tuntutan agama kita.
Sumber :http://www.facebook.com/note.php?saved&¬e_id=469608836412914
Rasulullah saw bersabda: Setiap bayi yang dilahirkan dalam keadaan fitrah. Maka kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, atau Nasrani, atau Majusi.(HR. Bukhari)
Puisi Dorothy Law Nolte yang berjudul Children Learn What They Live memperlihatkan perlakuan kita pada anak nantinya akan mempengaruhi sikap dan karakter diri. Hal sedikit ini mungkin bisa menjadi pegangan dalam memperlakukan anak sehari2 dalam kehidupan kita
Anak-anak Belajar dari Kehidupan
Jika anak hidup dengan celaan, ia akan belajar untuk mengutuk
Jika anak hidup dengan permusuhan, ia akan belajar untuk melawan
Jika anak hidup dengan cemooh, ia akan belajar untuk menjadi rendah diri
Jika anak hidup dengan hinaan, ia akan belajar meyesali diri
Jika anak hidup dengan toleransi, ia akan belajar menahan diri
Jika anak hidup dengan dorongan, ia akan belajar percaya diri
Jika anak hidup dengan pujian, ia akan belajar menghargai
Jika anak hidup dengan sebaik2 perlakuan, ia akan belajar tentang keadilan
Jika anak hidup dengan rasa aman, ia akan belajar mempercayai
Jika anak hidup dengan dukungan, ia akan belajar untuk menghargai dirinya
Jika anak hidup dengan cinta dan persahabatan,
ia akan belajar untuk menemukan cinta dalam kehidupannya
Reaksi kita akan Menentukan Sikap dan Perilaku Anak. Anak merupakan cermin dari perilaku orangtuanya, jadi saat membaca point-point di bawah ini, ingat-ingatlah apakah kita sebagai orangtua ingin memberikan contoh yang baik atau contoh yang buruk pada anak kita
- Bila kita suka mengritik maka anak akan belajar mengutuk dan berkeluh kesah
- Bila kita suka menciptakan suasana permusuhan maka anak akan belajar berseteru
- Bila kita suka menakuti maka anak akan belajar hidup prihatin dan tak berani berbuat sesuatu
- Bila kita suka mengasihani anak maka anak akan belajar mengasihani diri sendiri
- Bila kita suka mencemooh maka anak akan belajar menjadi pemalu
- Bila kita suka mencemburui maka anak akan belajar iri hati
- Bila kita suka mempermalukan anak maka ia akan belajar merasa bersalah
- Bila kita suka mendorong maka ia akan belajar percaya diri
- Bila kita suka mentoleransi maka mereka akan belajar sabar
- Bila kita suka memuji maka mereka akan belajar menghargai
- Bila kita menerima anak apa adanya mereka akan belajar mengasihi
- Bila kita mendukung anak maka mereka akan menyukai diri mereka sendiri
- Bila kita mengakui mereka maka mereka akan belajar untuk mempunyai sasaran
- Bila kita suka berbagi maka mereka akan belajar bermurah hati
- Bila anak dibiasakan jujur maka mereka akan belajar mengatakan yang sebenarnya
- Bila anak merasakan keadilan maka mereka akan belajar bersikap adil
- Bila anak banyak merasakan kemurahan dan pertimbangan maka mereka akan belajar menghormati
- Bila anak merasa tenteram maka mereka akan belajar percaya pada diri sendiri dan orang di sekelilingnya
- Bila anak merasakan persahabatan maka mereka akan belajar bahwa dunia ini menyenangkan
1. Tegas namun tetap Sabar
Anak-anak cenderung lebih mendengarkan apa yang kita katakan jika menggunakan intonasi biasa / netral / standar.
2. Diamlah sejenak
Tidak ada salahnya anda mengatakan, "Bunda terlalu marah untuk menangani ini sekarang, kita bicarakan hal ini nanti."
3. Didik anak mereka
Pada saat kita merasa ingin menghukum anak karena satu dan lain hal, cobalah untuk memberikan pengertian kepadanya. "Ibu tidak suka kalau kamu meletakkan sepatu roda di ruang depan. Lain kali, tolong letakkan di dalam gudang. Bagaimana supaya kamu bisa mengingat itu?"
4. Bersikap Positif
Daripada mengatakan "Berapa kali ayah harus menyuruh kamu untuk menyikat gigi?!", katakan "Ayo sikat gigi, nanti kalau sudah selesai, ayah antarkan ke tempat tidur."
5. Berikan penjelasan, bukan ancaman
Dengan memberikan anak penjelasan singkat kenapa dia harus melakukan apa yang disuruh, berarti kita memberikannya alasan untuk menjaga kelakuannya.
6. Jangan marah
Daripada memusatkan perhatian pada kesalahan / kelakuan buruk anak , cobalah untuk memandang setiap konflik sebagai kesempatan untuk mengarahkan dan mendidik anak kita.
7. Berikan insentif
Arahkan anak untuk bersikap kooperatif dengan cara seperti "Sudah waktunya kita pulang, ayo naiklah perosotan sekali lagi kemudian kita pulang. Mama ingin sampai di rumah sebelum gelap agar kita sempat membuat kue."
8. Fleksible
Jika si kecil meminta "Bolehkah saya menyelesaikan film ini sebelum kita pergi?" dan jika kita sebenarnya masih memiliki banyak waktu dan tidak terburu-buru, berikanlah dia kesempatan untuk menyelesaikan film-nya. Ini adalah cara yang baik bagi si kecil untuk mempelajari mengenai artinya negosiasi.
9. Hentikan sikap otoriter
Bersikap keras dan menunjukkan kekuasaan kita pada si kecil hanya akan membuat kita merasa frustasi dan hal ini sangat tidak produktif. Ajaklah anak untuk bersikap kooperatif dengan cara seperti, "Ibu ingin kamu memakai baju yang bersih, tapi kamu selalu memakai baju yang sama setiap hari. Apa yang membuat kamu pengen memakai baju itu terus dan bagaimana kita dapat menyelesaikan permasalahan ini?" Kemungkinan anak anda untuk bersikap kooperatif jauh lebih besar jika solusi berasal dari dirinya sendiri.
10. Be Smart
Para orang tua biasanya menangani permasalahan dengan suatu cara tertentu meskipun cara tersebut tidak membantu. Jika yang lakukan tidak berhasil, carilah cara yang lebih efektif dalam menanganinya. Tip: Jauh lebih gampang untuk mengubah cara kita dalam menangani / menghadapinya dibanding mencoba mengubah anak anda. Tanyalah pada diri anda, "Apakah cara lain yang bisa saya lakukan agar dapat memperoleh reaksi yang lebih baik dari anak saya?"
Selain perlakuan kita terhadap mereka, hal lain yang mereka perlukan adalah contoh. Contoh yang paling bagus datang dari diri kita sendiri. Jadi jika menginginkan anak soleh maka persolehlah diri kita terlebih dahulu, jika ingin anak yang rajin maka bikin kita rajin duluan. Dan terakhir adalah kekuatan doa, doakan mereka agar menjadi anak yang kita harapkan dan sesuai pula dengan tuntutan agama kita.
Sumber :http://www.facebook.com/note.php?saved&¬e_id=469608836412914
Tuesday, 2 October 2012
Bagaimana seharusnya cinta itu?
Menurut hadis Nabi, orang yang sedang jatuh cinta cenderung selalu
mengingat dan menyebut orang yang dicintainya (man ahabba syai'an
katsura dzikruhu), kata Nabi, orang juga bisa diperbudak oleh cintanya
(man ahabba syai'an fa huwa `abduhu).
Kata Nabi juga, ciri dari cinta sejati ada tiga :
(1) lebih suka berbicara dengan yang dicintai dibanding dengan yang lain,
(2) lebih suka berkumpul dengan yang dicintai dibanding dengan yang lain, dan
(3) lebih suka mengikuti kemauan yang dicintai dibanding kemauan orang lain/diri sendiri. Bagi orang yang telah jatuh cinta kepada Alloh SWT, maka ia lebih suka berbicara dengan Alloh Swt, dengan membaca firman Nya, lebih suka bercengkerama dengan Alloh SWT dalam I`tikaf, dan lebih suka mengikuti perintah Alloh SWT daripada perintah yang lain.
Macam-macam cinta menurut Alquran
1. Cinta mawaddah adalah jenis cinta mengebu-gebu, membara dan
"nggemesi". Orang yang memiliki cinta jenis mawaddah, maunya selalu
berdua, enggan berpisah dan selalu ingin memuaskan dahaga cintanya. Ia
ingin memonopoli cintanya, dan hampir tak bisa berfikir lain.
2. Cinta rahmah adalah jenis cinta yang penuh kasih sayang, lembut,
siap berkorban, dan siap melindungi. Orang yang memiliki cinta jenis
rahmah ini lebih memperhatikan orang yang dicintainya dibanding
terhadap diri sendiri. Baginya yang penting adalah kebahagiaan sang
kekasih meski untuk itu ia harus menderita. Ia sangat memaklumi
kekurangan kekasihnya dan selalu memaafkan kesalahan kekasihnya.
Termasuk dalam cinta rahmah adalah cinta antar orang yang bertalian
darah, terutama cinta orang tua terhadap anaknya, dan sebaliknya. Dari
itu maka dalam al Qur'an , kerabat disebut al arham, dzawi al arham ,
yakni orang-orang yang memiliki hubungan kasih sayang secara fitri,
yang berasal dari garba kasih sayang ibu, disebut rahim (dari kata
rahmah). Sejak janin seorang anak sudah diliputi oleh suasana
psikologis kasih sayang dalam satu ruang yang disebut rahim.
Selanjutnya diantara orang-orang yang memiliki hubungan darah
dianjurkan untuk selalu ber silaturrahim, atau silaturrahmi artinya
menyambung tali kasih sayang. Suami isteri yang diikat oleh cinta
mawaddah dan rahmah sekaligus biasanya saling setia lahir batin-dunia
akhirat.
3. Cinta mail, adalah jenis cinta yang untuk sementara sangat membara,
sehingga menyedot seluruh perhatian hingga hal-hal lain cenderung
kurang diperhatikan. Cinta jenis mail ini dalam al Qur'an disebut
dalam konteks orang poligami dimana ketika sedang jatuh cinta kepada
yang muda (an tamilu kulla al mail), cenderung mengabaikan kepada yang
lama.
4. Cinta syaghaf. Adalah cinta yang sangat mendalam, alami, orisinil
dan memabukkan. Orang yang terserang cinta jenis syaghaf (qad
syaghafaha hubba) bisa seperti orang gila, lupa diri dan hampir-hampir
tak menyadari apa yang dilakukan. Al Qur'an menggunakan term syaghaf
ketika mengkisahkan bagaimana cintanya Zulaikha, istri pembesar Mesir
kepada bujangnya, Yusuf.
5. Cinta ra'fah, yaitu rasa kasih yang dalam hingga mengalahkan
norma-norma kebenaran, misalnya kasihan kepada anak sehingga tidak
tega membangunkannya untuk salat, membelanya meskipun salah. Al Qur'an
menyebut term ini ketika mengingatkan agar janganlah cinta ra`fah
menyebabkan orang tidak menegakkan hukum Allah, dalam hal ini kasus
hukuman bagi pezina (Q/24:2).
6. Cinta shobwah, yaitu cinta buta, cinta yang mendorong perilaku
penyimpang tanpa sanggup mengelak. Al Qur'an menyebut term ni ketika
mengkisahkan bagaimana Nabi Yusuf berdoa agar dipisahkan dengan
Zulaiha yang setiap hari menggodanya (mohon dimasukkan penjara saja),
sebab jika tidak, lama kelamaan Yusuf tergelincir juga dalam perbuatan
bodoh, wa illa tashrif `anni kaidahunna ashbu ilaihinna wa akun min al
jahilin (Q/12:33)
7. Cinta syauq (rindu). Term ini bukan dari al Qur'an tetapi dari
hadis yang menafsirkan al Qur'an. Dalam surat al `Ankabut ayat 5
dikatakan bahwa barangsiapa rindu berjumpa Allah pasti waktunya akan
tiba. Kalimat kerinduan ini kemudian diungkapkan dalam doa ma'tsur
dari hadis riwayat Ahmad; wa as'aluka ladzzata an nadzori ila wajhika
wa as syauqa ila liqa'ika, aku mohon dapat merasakan nikmatnya
memandang wajah Mu dan nikmatnya kerinduan untuk berjumpa dengan Mu.
Menurut Ibn al Qayyim al Jauzi dalam kitab Raudlat al Muhibbin wa
Nuzhat al Musytaqin, Syauq (rindu) adalah pengembaraan hati kepada
sang kekasih (safar al qalb ila al mahbub), dan kobaran cinta yang
apinya berada di dalam hati sang pecinta, hurqat al mahabbah wa il
tihab naruha fi qalb al muhibbi
8. Cinta kulfah. yakni perasaan cinta yang disertai kesadaran mendidik
kepada hal-hal yang positip meski sulit, seperti orang tua yang
menyuruh anaknya menyapu, membersihkan kamar sendiri, meski ada
pembantu. Jenis cinta ini disebut al Qur'an ketika menyatakan bahwa
Allah tidak membebani seseorang kecuali sesuai dengan kemampuannya, la
yukallifullah nafsan illa wus`aha (Q/2:286)
Cinta berada dihati, hati yang lurus akan meletakkan cinta pada tempat dan porsi yang benar. Yaitu cinta yang dikendalikan oleh akal, ilmu dan iman. Mudah2an macam cinta menurut Alquran ini bisa menjadi acuan bagi kita untuk menentukan cinta mana yang seharusnya kita miliki.
mengingat dan menyebut orang yang dicintainya (man ahabba syai'an
katsura dzikruhu), kata Nabi, orang juga bisa diperbudak oleh cintanya
(man ahabba syai'an fa huwa `abduhu).
Kata Nabi juga, ciri dari cinta sejati ada tiga :
(1) lebih suka berbicara dengan yang dicintai dibanding dengan yang lain,
(2) lebih suka berkumpul dengan yang dicintai dibanding dengan yang lain, dan
(3) lebih suka mengikuti kemauan yang dicintai dibanding kemauan orang lain/diri sendiri. Bagi orang yang telah jatuh cinta kepada Alloh SWT, maka ia lebih suka berbicara dengan Alloh Swt, dengan membaca firman Nya, lebih suka bercengkerama dengan Alloh SWT dalam I`tikaf, dan lebih suka mengikuti perintah Alloh SWT daripada perintah yang lain.
Macam-macam cinta menurut Alquran
1. Cinta mawaddah adalah jenis cinta mengebu-gebu, membara dan
"nggemesi". Orang yang memiliki cinta jenis mawaddah, maunya selalu
berdua, enggan berpisah dan selalu ingin memuaskan dahaga cintanya. Ia
ingin memonopoli cintanya, dan hampir tak bisa berfikir lain.
2. Cinta rahmah adalah jenis cinta yang penuh kasih sayang, lembut,
siap berkorban, dan siap melindungi. Orang yang memiliki cinta jenis
rahmah ini lebih memperhatikan orang yang dicintainya dibanding
terhadap diri sendiri. Baginya yang penting adalah kebahagiaan sang
kekasih meski untuk itu ia harus menderita. Ia sangat memaklumi
kekurangan kekasihnya dan selalu memaafkan kesalahan kekasihnya.
Termasuk dalam cinta rahmah adalah cinta antar orang yang bertalian
darah, terutama cinta orang tua terhadap anaknya, dan sebaliknya. Dari
itu maka dalam al Qur'an , kerabat disebut al arham, dzawi al arham ,
yakni orang-orang yang memiliki hubungan kasih sayang secara fitri,
yang berasal dari garba kasih sayang ibu, disebut rahim (dari kata
rahmah). Sejak janin seorang anak sudah diliputi oleh suasana
psikologis kasih sayang dalam satu ruang yang disebut rahim.
Selanjutnya diantara orang-orang yang memiliki hubungan darah
dianjurkan untuk selalu ber silaturrahim, atau silaturrahmi artinya
menyambung tali kasih sayang. Suami isteri yang diikat oleh cinta
mawaddah dan rahmah sekaligus biasanya saling setia lahir batin-dunia
akhirat.
3. Cinta mail, adalah jenis cinta yang untuk sementara sangat membara,
sehingga menyedot seluruh perhatian hingga hal-hal lain cenderung
kurang diperhatikan. Cinta jenis mail ini dalam al Qur'an disebut
dalam konteks orang poligami dimana ketika sedang jatuh cinta kepada
yang muda (an tamilu kulla al mail), cenderung mengabaikan kepada yang
lama.
4. Cinta syaghaf. Adalah cinta yang sangat mendalam, alami, orisinil
dan memabukkan. Orang yang terserang cinta jenis syaghaf (qad
syaghafaha hubba) bisa seperti orang gila, lupa diri dan hampir-hampir
tak menyadari apa yang dilakukan. Al Qur'an menggunakan term syaghaf
ketika mengkisahkan bagaimana cintanya Zulaikha, istri pembesar Mesir
kepada bujangnya, Yusuf.
5. Cinta ra'fah, yaitu rasa kasih yang dalam hingga mengalahkan
norma-norma kebenaran, misalnya kasihan kepada anak sehingga tidak
tega membangunkannya untuk salat, membelanya meskipun salah. Al Qur'an
menyebut term ini ketika mengingatkan agar janganlah cinta ra`fah
menyebabkan orang tidak menegakkan hukum Allah, dalam hal ini kasus
hukuman bagi pezina (Q/24:2).
6. Cinta shobwah, yaitu cinta buta, cinta yang mendorong perilaku
penyimpang tanpa sanggup mengelak. Al Qur'an menyebut term ni ketika
mengkisahkan bagaimana Nabi Yusuf berdoa agar dipisahkan dengan
Zulaiha yang setiap hari menggodanya (mohon dimasukkan penjara saja),
sebab jika tidak, lama kelamaan Yusuf tergelincir juga dalam perbuatan
bodoh, wa illa tashrif `anni kaidahunna ashbu ilaihinna wa akun min al
jahilin (Q/12:33)
7. Cinta syauq (rindu). Term ini bukan dari al Qur'an tetapi dari
hadis yang menafsirkan al Qur'an. Dalam surat al `Ankabut ayat 5
dikatakan bahwa barangsiapa rindu berjumpa Allah pasti waktunya akan
tiba. Kalimat kerinduan ini kemudian diungkapkan dalam doa ma'tsur
dari hadis riwayat Ahmad; wa as'aluka ladzzata an nadzori ila wajhika
wa as syauqa ila liqa'ika, aku mohon dapat merasakan nikmatnya
memandang wajah Mu dan nikmatnya kerinduan untuk berjumpa dengan Mu.
Menurut Ibn al Qayyim al Jauzi dalam kitab Raudlat al Muhibbin wa
Nuzhat al Musytaqin, Syauq (rindu) adalah pengembaraan hati kepada
sang kekasih (safar al qalb ila al mahbub), dan kobaran cinta yang
apinya berada di dalam hati sang pecinta, hurqat al mahabbah wa il
tihab naruha fi qalb al muhibbi
8. Cinta kulfah. yakni perasaan cinta yang disertai kesadaran mendidik
kepada hal-hal yang positip meski sulit, seperti orang tua yang
menyuruh anaknya menyapu, membersihkan kamar sendiri, meski ada
pembantu. Jenis cinta ini disebut al Qur'an ketika menyatakan bahwa
Allah tidak membebani seseorang kecuali sesuai dengan kemampuannya, la
yukallifullah nafsan illa wus`aha (Q/2:286)
Cinta berada dihati, hati yang lurus akan meletakkan cinta pada tempat dan porsi yang benar. Yaitu cinta yang dikendalikan oleh akal, ilmu dan iman. Mudah2an macam cinta menurut Alquran ini bisa menjadi acuan bagi kita untuk menentukan cinta mana yang seharusnya kita miliki.
Thursday, 27 September 2012
AIRMATA RASULULLAH SAW...BUKTI CINTA
Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam. 'Bolehkah saya masuk?' tanyanya. Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk, 'Maafkanlah, ayahku sedang demam', kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu.
Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah, 'Siapakah itu wahai anakku?'
'Tak tahulah ayahku, orang sepertinya baru sekali ini aku melihatnya,' tutur Fatimah lembut. Lalu, Rasulullah menatap puterinya itu dengan pandangan yang menggetarkan.
Seolah-olah bahagian demi bahagian wajah anaknya itu hendak dikenang.
'Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di dunia. Dialah malaikatul maut,' kata Rasulullah, Fatimah pun menahan ledakkan tangisnya. Malaikat maut datang menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan kenapa Jibril tidak ikut sama menyertainya.
Kemudian dipanggilah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di atas langit dunia menyambut ruh kekasih Allah dan penghulu dunia ini.
'Jibril, jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah?', tanya Rasululllah dengan suara yang amat lemah.
'Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu.
'Semua syurga terbuka lebar menanti kedatanganmu,' kata Jibril.
Tapi itu ternyata tidak membuatkan Rasulullah lega, matanya masih penuh kecemasan. 'Engkau tidak senang mendengar khabar ini?', tanya Jibril lagi.
'Khabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?'
'Jangan khawatir, wahai Rasul ! Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku: 'Kuharamkan syurga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada di dalamnya,' kata Jibril.
Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas. Perlahan ruh Rasulullah ditarik.
Nampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang. 'Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini.'
Perlahan Rasulullah mengaduh. Fatimah terpejam, Ali yang disampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril memalingkan muka.
'Jijikkah kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?'
Tanya Rasulullah pada Malaikat pengantar wahyu itu.. 'Siapakah yang sanggup, melihat kekasih Allah direnggut ajal,' kata Jibril.
Sebentar kemudian terdengar Rasulullah mengaduh, karena sakit yang tidak tertahankan lagi..
'Ya Allah, dahsyat nian maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku.' Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi.
Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu, ! Ali segera mendekatkan telinganya. 'Uushiikum bis shalati, wa maa malakat aimanukum'
'peliharalah shalat dan peliharalah orang-orang lemah di antaramu.'
Diluar pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan. Fatimah menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan.
'Ummatii, ummatii, ummatiii' - 'Umatku, umatku, umatku'
Dan, berakhirlah hidup manusia mulia yang memberi sinaran itu.
Kini, mampukah kita mencintai sepertinya?
Allahumma sholli 'ala Muhammad wa baarik wa salim 'alaihi
Betapa cintanya Rasulullah kepada kita. Tapi cinta takkan pernah hadir kalau kita tak berusaha mengenal Rasulullah SAW.
Sumber : http://www.facebook.com/kangpriadi/posts/3528516621018
Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah, 'Siapakah itu wahai anakku?'
'Tak tahulah ayahku, orang sepertinya baru sekali ini aku melihatnya,' tutur Fatimah lembut. Lalu, Rasulullah menatap puterinya itu dengan pandangan yang menggetarkan.
Seolah-olah bahagian demi bahagian wajah anaknya itu hendak dikenang.
'Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di dunia. Dialah malaikatul maut,' kata Rasulullah, Fatimah pun menahan ledakkan tangisnya. Malaikat maut datang menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan kenapa Jibril tidak ikut sama menyertainya.
Kemudian dipanggilah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di atas langit dunia menyambut ruh kekasih Allah dan penghulu dunia ini.
'Jibril, jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah?', tanya Rasululllah dengan suara yang amat lemah.
'Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu.
'Semua syurga terbuka lebar menanti kedatanganmu,' kata Jibril.
Tapi itu ternyata tidak membuatkan Rasulullah lega, matanya masih penuh kecemasan. 'Engkau tidak senang mendengar khabar ini?', tanya Jibril lagi.
'Khabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?'
'Jangan khawatir, wahai Rasul ! Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku: 'Kuharamkan syurga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada di dalamnya,' kata Jibril.
Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas. Perlahan ruh Rasulullah ditarik.
Nampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang. 'Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini.'
Perlahan Rasulullah mengaduh. Fatimah terpejam, Ali yang disampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril memalingkan muka.
'Jijikkah kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?'
Tanya Rasulullah pada Malaikat pengantar wahyu itu.. 'Siapakah yang sanggup, melihat kekasih Allah direnggut ajal,' kata Jibril.
Sebentar kemudian terdengar Rasulullah mengaduh, karena sakit yang tidak tertahankan lagi..
'Ya Allah, dahsyat nian maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku.' Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi.
Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu, ! Ali segera mendekatkan telinganya. 'Uushiikum bis shalati, wa maa malakat aimanukum'
'peliharalah shalat dan peliharalah orang-orang lemah di antaramu.'
Diluar pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan. Fatimah menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan.
'Ummatii, ummatii, ummatiii' - 'Umatku, umatku, umatku'
Dan, berakhirlah hidup manusia mulia yang memberi sinaran itu.
Kini, mampukah kita mencintai sepertinya?
Allahumma sholli 'ala Muhammad wa baarik wa salim 'alaihi
Betapa cintanya Rasulullah kepada kita. Tapi cinta takkan pernah hadir kalau kita tak berusaha mengenal Rasulullah SAW.
Sumber : http://www.facebook.com/kangpriadi/posts/3528516621018
Monday, 13 August 2012
Begitu mudahkah untuk mendapatkan surgaMu?
Suatu hari Rasulullah saw menjenguk Az-Zahra. Ketika itu ia sedang membuat tepung dengan alat penggiling sambil menangis.
“Kenapa menangis, Fatimah?” tanya Rasulullah, “Mudah-mudahan Allah tidak membuat matamu menangis lagi.”
“Ayah,” Fatimah menjawab, “Aku menangis kerana batu penggiling ini, dan lagi aku hanya menangisi kesibukanku yang silih berganti.”
Rasulullah saw kemudian mengambil tempat duduk di sisinya. Fatimah berkata, “Ayah, demi kemuliaanmu, mintakan kepada Ali supaya membelikan seorang budak untuk membantu pekerjaan-pekerjaanku membuat tepung dan menyelesaikan pekerjaan rumah.”
Setelah mendengar perkataan puterinya, Rasulullah bangkit dari tempat duduknya dan berjalan menuju tempat penggilingan. Beliau memungut segenggam biji-bijian gandum dimasukkan ke penggilingan. Dengan membaca Bismillaahirrahmaanirrahiim maka berputarlah alat penggiling itu atas izin Allah. Beliau terus memasukkan biji-bijian itu sementara alat penggiling terus berputar sendiri, sambil memuji Allah dengan bahasa yang tidak dipahami manusia. Alat penggiling itu terus berjalan sampai biji-bijian itu habis.
Rasulullah saw berkata kepada alat penggiling itu, “Berhentilah atas izin Allah.” Seketika alat penggiling itu pun berhenti. Beliau berkata sambil membacakan ayat Al-Quran,
“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu. Penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras dan tidak pernah mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya, dan mereka selalu mengerjakan segala yang diperintahkan.”
(Surah At-Tahrim:6)
Merasa takut jika menjadi batu yang kelak masuk neraka, tiba-tiba batu itu bisa berbicara atas izin Allah. Ia berbicara dengan bahasa Arab yang fasih. Selanjutnya batu itu berkata, “Ya Rasulullah, demi Zat Yang Mengutusmu dengan hak menjadi Nabi dan Rasul, seandainya engkau perintahkan aku untuk menggiling biji-bijian yang ada di seluruh Timur dan Barat, pastilah akan kugiling semuanya.”
Nabi saw bersabda, “Hai Batu, bergembiralah kamu. Sesungguhnya kamu termasuk batu yang kelak dipergunakan untuk membangun gedung Fatimah di syurga.” Seketika itu batu penggiling bergembira dan berhenti.
Nabi saw bersabda kepada puterinya, Fatimah Az-Zahra, “Kalau Allah menghendaki hai Fatimah, pasti batu penggiling itu akan berputar sendiri untukmu. Tetapi Allah menghendaki untuk mencatat kebaikan-kebaikan untuk dirimu dan menghapus keburukan-keburukanmu serta mengangkat darjatmu. Hai Fatimah, setiap isteri yang membuatkan tepung untuk suami dan anak-anaknya, maka Allah mencatat baginya memperoleh kebajikan dari setiap biji yang tergiling, dan menghapus keburukannya serta meninggikan darjatnya.
Hai Fatimah, setiap isteri yang berkeringat di sisi alat penggilingnya kerana membuatkan bahan makanan untuk suaminya, maka Allah memisahkan antara dirinya dan neraka sejauh tujuh hasta. Hai Fatimah, setiap isteri yang meminyaki rambut anak-anaknya dan menyisirkan rambut mereka dan mencucikan baju mereka, maka Allah mencatatkan untuknya memperoleh pahala seperti pahala
orang yang memberi makan seribu orang yang sedang kelaparan, dan seperti pahala orang yang memberi pakaian seribu orang yang tidak berpakaian.
Hai Fatimah, setiap isteri yang tidak menjaga tetangganya, maka Allah kelak akan mencegahnya (tidak memberi kesempatan baginya) untuk minum air dari telaga Kautsar pada hari kiamat. Hai Fatimah, tetapi yang lebih utama dari itu ialah keredhaan suami terhadap isterinya. Sekiranya suamimu tidak meredhaimu, tentu maka aku tidak akan mendoakan dirimu.”
“Bukankah engkau mengerti, Hai Fatimah, bahawa redha suami itu menjadi bagian dari redha Allah, dan kebencian suami merupakan bagian dari kebencian Allah.”
Hai Fatimah, manakala seorang isteri mengandung, maka para malaikat memohon ampun untuknya, dan setiap hari dirinya dicatat memperoleh seribu kebajikan dan seribu keburukannya dihapus. Apabila sampai rasa sakit menjelang waktu melahirkan, maka Allah mencatatkan untuknya memperoleh pahala seperti pahala orang-orang yang berjihad di jalan Allah. Apabila telah melahirkan,
dirinya terbebas dari segala dosa seperti keadaannya setelah dilahirkan ibunya.”
Hai Fatimah, setiap isteri yang melayani suaminya dengan niat yang benar, maka dirinya terbebas dari dosa-dosanya seperti pada hari dirinya dilahirkan ibunya. Ia tidak keluar dari dunia (yakni mati) kecuali tanpa membawa dosa. Ia menjumpai kuburnya sebagai pertamanan surga. Allah memberinya pahala seperti seribu orang yang berhaji dan berumrah, dan seribu malaikat memohonkan
keampunan untuknya hingga kiamat.”
“Setiap isteri yang melayani suaminya sepanjang hari dan malam hari disertai hati yang baik, ikhlas dan niat yang benar, maka Allah mengampuni dosanya. Pada hari kiamat kelak dirinya diberi pakaian berwarna hijau, dan dicatatkan untuknya pada setiap rambut yang ada ditubuhnya dengan seribu kebajikan, dan Allah memberi pahala kepadanya sebanyak seratus pahala orang yang mengerjakan haji dan umrah.”
Hai Fatimah, setiap isteri yang tersenyum manis di muka suaminya, maka Allah memperhatikannya dengan penuh rahmat.”Hai Fatimah, setiap isteri yang menyediakan diri untuk tidur bersama suaminya dengan sepenuh hati, maka ada seruan yang ditujukan kepadanya dari langit, `Hai Wanita, maka hadapkanlah dengan membawa amalmu. Sesungguhnya Allah telah mengampuni
dosa-dosamu yang berlalu dan yang akan datang.”Hai Fatimah, setiap isteri yang menyapu minyak rambut suaminya dan juga menghiaskan janggut, kumis dan memotong kuku-kukunya, maka Allah kelak memberi minum kepadanya dari rahiqim makhtum dan dari sungai yang ada di syurga.
Bahkan Allah kelak akan meringankan beban sakaratul maut. Kelak dirinya akan menjumpai kuburnya bagaikan taman surga. Allah mencatatkan dirinya terbebas dari neraka dan mudah untuk melalui titian sirath.
Monday, 6 August 2012
11 bentuk kebiasaan yang dapat meningkatkan tingkat kepercayaan
Pondasi dari setiap hubungan, entah itu bisnis, pasangan, orang tua,
klien, ataupun teman, adalah kepercayaan. Kepercayaan bukan suatu hal
yang dapat dibangun dengan sekejap mata, melainkan melalui sebuah kebiasaan yang konsisten dalam hubungan interaksi anda.
Dibawah ini adalah 11 bentuk kebiasaan yang dapat meningkatkan tingkat kepercayaan dalam hubungan interaksi anda:
1. Transparan
Jangan mencoba menyembunyikan sesuatu dari orang lain. Jauhkan dari segala macam agenda/rencana tersembunyi. Anda mungkin berpikir anda dapat mengelabui mereka. Namun perlu anda ketahui, kebanyakan orang memiliki intuisi yang baik, dan meskipun mereka tidak mengetahui persis apa sebetulnya rencana tersembunyi anda, mereka setidaknya memiliki perasaan yang kurang enak berada di dekat anda. Biasanya orang-orang yang mempunyai rencana tersembunyi akan terlihat dari bahasa tubuhnya. (lihat juga Bagaimana Mengetahui Seseorang Sedang Berbohong).
Jika mereka merasa tidak nyaman berada di dekat anda, mereka juga tidak akan bisa menaruh kepercayaan kepada anda.
2. Tulus
Hal ini mirip dengan poin nomor satu. Katakanlah sesuatu dengan jujur. Jangan coba-coba untuk mengelabui orang lain dengan kata-kata anda, seperti memberi pujian palsu atau pura-pura memberi dukungan. Sekali lagi, orang-orang mempunyai semacam detektor.
Ketika seseorang mengetahui bahwa anda betul-betul tulus, kepercayaan mereka akan meningkat kepada anda. Orang-orang menyukai kebenaran.
3. Fokus Pada Menambah Nilai
Dalam setiap hubungan, fokuskan pada tindakan-tindakan yang menyentuh hati seseorang. Bekerja keraslah untuk itu, karena ketika anda berhasil memberi nilai tambah pada kehidupan seseorang, mereka tidak hanya merasakan bahwa anda berada di pihaknya, mereka juga akan memiliki dorongan untuk melakukan hal yang sama kepada anda.
Contohnya, dalam hubungan bisnis adalah anda melakukan suatu hal lebih cepat dari yang dijanjikan. Dalam hubungan pribadi adalah anda fokus pada memenuhi keinginan pasangan anda daripada keinginan anda sendiri.
4. Hadirlah Dengan Seluruh Jiwa Raga Anda
Dimana saja anda berbicara dengan seseorang, buatlah ia menjadi fokus utama. Jangan berpikir tentang kerjaan di kantor ketika anda berada di rumah dan berbicara dengan pasangan anda. Sebaliknya, jangan berpikir tentang kondisi di rumah ketika anda sedang bersama klien. Hadir dengan seluruh jiwa raga anda berarti anda memberikan waktu yang berkualitas dan waktu yang berkualitas akan membangun kepercayaan.
5. Perlakukanlah Selalu Orang Dengan Hormat
Semenjak kecil kita selalu diajarkan oleh orang tua dan guru kita untuk berlaku hormat pada orang lain. Namun, karena pengaruh lingkungan, nilai-nilai tersebut mulai luntur, kita malah terbawa pada kebiasaan buruk meremehkan orang lain. Hal ini termasuk perilaku membicarakan hal-hal yang kurang baik di belakang seseorang.
Ingatlah, martabat orang lain sebagai manusia, mereka berhak diperlakukan dengan hormat. Ketika orang-orang mengetahui bahwa anda selalu memperlakukan mereka dengan hormat, maka orang-orang pun akan menaruh banyak kepercayaan pada anda.
6. Ambillah Tanggung Jawab
Ketika diri anda sedang berantakan, segeralah bereskan diri anda tanpa terkecuali. Orang lain tidak akan mengerti dan mungkin tidak akan peduli dengan permasalahan yang anda alami. Lupakan mencari-cari alasan, dan ambillah saja tanggung jawab yang diberikan pada anda, tidak perlu banyak berpikir. Pembenaran dan membuat alasan mungkin membantu anda dalam jangka pendek, namun untuk jangka panjang, justru akan menurunkan tingkat kepercayaan orang terhadap anda.
Dewasa ini, berani bertanggung jawab merupakan karakter yang sulit ditemukan dimana kebanyakan orang lebih sering menghindari konsekuensi negatif akibat perbuatan mereka. Beranilah untuk membuat perbedaan maka anda akan merebut kepercayaan dari orang lain.
7. Fokus Pada Umpan Balik
Kecuali anda adalah seorang pembaca pikiran, satu-satunya cara anda dapat mengetahui seberapa baik hubungan anda dengan seseorang adalah dengan cara meminta umpan balik (feedback) dari orang tersebut. Jangan hanya pasif menunggu orang memberi umpan balik pada anda, namun anda harus aktif memintanya. Kebanyakan orang takut untuk memberikan umpan balik kepada anda, apalagi jika mengandung hal negatif. Mintalah dengan tulus kepada seseorang dan berilah respon yang baik, maka orang tersebut akan rela untuk memberikan umpan balik kepada anda. Terimalah semua umpan balik, baik yang positif maupun negatif, dan sebisa mungkin rubahlah kebiasaan anda yang kurang baik berdasarkan umpan balik tersebut.
8. Terimalah Kritikan Dengan Baik
Belajarlah untuk mengatasi kritik dengan rasa syukur. Dibanding anda bertahan (defensive), pertimbangkan apa yang orang lain katakan, mungkin ada benarnya. Menutup diri anda dari segala kritik mempunyai dampak menutup segala komunikasi.
Dalam beberapa kasus, kritik mungkin ada tidak benarnya. Untuk contoh ini, anda mempunyai kesempatan untuk menunjukkan empati. Cobalah mengerti permasalahan seseorang dari sudut pandangnya. Mungkin kritik hanyalah sekedar luapan emosi dari kekesalan yang mereka miliki pada anda. Kerelaan anda untuk tidak mengambil sikap bertahan justru akan meningkatkan rasa kepercayaan dalam hubungan anda dan orang tersebut.
9. Berbudi Bahasa yang Baik
Berbudi bahasa yang baik harus dapat anda pegang teguh. Hanya ucapkan kata-kata yang baik kepada orang-orang, meskipun orang tersebut tidak berkata baik kepada anda. Cepatlah meminta maaf ketika anda mengetahui bahwa anda salah.
Mengapa anda harus melakukan ini? Pertama, bayangkan apa yang anda rasakan jika orang-orang mendapatkan pengalaman yang baik bersama anda. Kedua, bayangkan tingkah laku orang-orang yang akan ikut terbawa menjadi lebih baik karena mereka berada dekat terus dengan anda. Orang-orang akan menaruh kepercayaan besar kepada anda.
10. Memegang Janji
Janji adalah sesuatu yang memiliki dampak yang sangat kuat. Tepatilah semua janji yang telah anda buat. Buatlah kata-kata anda jauh lebih kuat dibanding kontrak tertulis apapun, dan jangan sekali-kali membuat janji kosong.
Alhasil orang-orang akan menghargai anda dan menaruh kepercayaan yang tinggi kepada anda.
11. Konsisten
Yang tidak kalah penting, konsistenlah dengan perilaku-perilaku diatas. Jangan hanya sesekali saja anda melakukannya. Konsistensi adalah kunci untuk menjaga kepercayaan orang lain kepada anda.
Sumber: http://www.akuinginsukses.com/11-kunci-untuk-membangun-kepercayaan/
Dibawah ini adalah 11 bentuk kebiasaan yang dapat meningkatkan tingkat kepercayaan dalam hubungan interaksi anda:
1. Transparan
Jangan mencoba menyembunyikan sesuatu dari orang lain. Jauhkan dari segala macam agenda/rencana tersembunyi. Anda mungkin berpikir anda dapat mengelabui mereka. Namun perlu anda ketahui, kebanyakan orang memiliki intuisi yang baik, dan meskipun mereka tidak mengetahui persis apa sebetulnya rencana tersembunyi anda, mereka setidaknya memiliki perasaan yang kurang enak berada di dekat anda. Biasanya orang-orang yang mempunyai rencana tersembunyi akan terlihat dari bahasa tubuhnya. (lihat juga Bagaimana Mengetahui Seseorang Sedang Berbohong).
Jika mereka merasa tidak nyaman berada di dekat anda, mereka juga tidak akan bisa menaruh kepercayaan kepada anda.
2. Tulus
Hal ini mirip dengan poin nomor satu. Katakanlah sesuatu dengan jujur. Jangan coba-coba untuk mengelabui orang lain dengan kata-kata anda, seperti memberi pujian palsu atau pura-pura memberi dukungan. Sekali lagi, orang-orang mempunyai semacam detektor.
Ketika seseorang mengetahui bahwa anda betul-betul tulus, kepercayaan mereka akan meningkat kepada anda. Orang-orang menyukai kebenaran.
3. Fokus Pada Menambah Nilai
Dalam setiap hubungan, fokuskan pada tindakan-tindakan yang menyentuh hati seseorang. Bekerja keraslah untuk itu, karena ketika anda berhasil memberi nilai tambah pada kehidupan seseorang, mereka tidak hanya merasakan bahwa anda berada di pihaknya, mereka juga akan memiliki dorongan untuk melakukan hal yang sama kepada anda.
Contohnya, dalam hubungan bisnis adalah anda melakukan suatu hal lebih cepat dari yang dijanjikan. Dalam hubungan pribadi adalah anda fokus pada memenuhi keinginan pasangan anda daripada keinginan anda sendiri.
4. Hadirlah Dengan Seluruh Jiwa Raga Anda
Dimana saja anda berbicara dengan seseorang, buatlah ia menjadi fokus utama. Jangan berpikir tentang kerjaan di kantor ketika anda berada di rumah dan berbicara dengan pasangan anda. Sebaliknya, jangan berpikir tentang kondisi di rumah ketika anda sedang bersama klien. Hadir dengan seluruh jiwa raga anda berarti anda memberikan waktu yang berkualitas dan waktu yang berkualitas akan membangun kepercayaan.
5. Perlakukanlah Selalu Orang Dengan Hormat
Semenjak kecil kita selalu diajarkan oleh orang tua dan guru kita untuk berlaku hormat pada orang lain. Namun, karena pengaruh lingkungan, nilai-nilai tersebut mulai luntur, kita malah terbawa pada kebiasaan buruk meremehkan orang lain. Hal ini termasuk perilaku membicarakan hal-hal yang kurang baik di belakang seseorang.
Ingatlah, martabat orang lain sebagai manusia, mereka berhak diperlakukan dengan hormat. Ketika orang-orang mengetahui bahwa anda selalu memperlakukan mereka dengan hormat, maka orang-orang pun akan menaruh banyak kepercayaan pada anda.
6. Ambillah Tanggung Jawab
Ketika diri anda sedang berantakan, segeralah bereskan diri anda tanpa terkecuali. Orang lain tidak akan mengerti dan mungkin tidak akan peduli dengan permasalahan yang anda alami. Lupakan mencari-cari alasan, dan ambillah saja tanggung jawab yang diberikan pada anda, tidak perlu banyak berpikir. Pembenaran dan membuat alasan mungkin membantu anda dalam jangka pendek, namun untuk jangka panjang, justru akan menurunkan tingkat kepercayaan orang terhadap anda.
Dewasa ini, berani bertanggung jawab merupakan karakter yang sulit ditemukan dimana kebanyakan orang lebih sering menghindari konsekuensi negatif akibat perbuatan mereka. Beranilah untuk membuat perbedaan maka anda akan merebut kepercayaan dari orang lain.
7. Fokus Pada Umpan Balik
Kecuali anda adalah seorang pembaca pikiran, satu-satunya cara anda dapat mengetahui seberapa baik hubungan anda dengan seseorang adalah dengan cara meminta umpan balik (feedback) dari orang tersebut. Jangan hanya pasif menunggu orang memberi umpan balik pada anda, namun anda harus aktif memintanya. Kebanyakan orang takut untuk memberikan umpan balik kepada anda, apalagi jika mengandung hal negatif. Mintalah dengan tulus kepada seseorang dan berilah respon yang baik, maka orang tersebut akan rela untuk memberikan umpan balik kepada anda. Terimalah semua umpan balik, baik yang positif maupun negatif, dan sebisa mungkin rubahlah kebiasaan anda yang kurang baik berdasarkan umpan balik tersebut.
8. Terimalah Kritikan Dengan Baik
Belajarlah untuk mengatasi kritik dengan rasa syukur. Dibanding anda bertahan (defensive), pertimbangkan apa yang orang lain katakan, mungkin ada benarnya. Menutup diri anda dari segala kritik mempunyai dampak menutup segala komunikasi.
Dalam beberapa kasus, kritik mungkin ada tidak benarnya. Untuk contoh ini, anda mempunyai kesempatan untuk menunjukkan empati. Cobalah mengerti permasalahan seseorang dari sudut pandangnya. Mungkin kritik hanyalah sekedar luapan emosi dari kekesalan yang mereka miliki pada anda. Kerelaan anda untuk tidak mengambil sikap bertahan justru akan meningkatkan rasa kepercayaan dalam hubungan anda dan orang tersebut.
9. Berbudi Bahasa yang Baik
Berbudi bahasa yang baik harus dapat anda pegang teguh. Hanya ucapkan kata-kata yang baik kepada orang-orang, meskipun orang tersebut tidak berkata baik kepada anda. Cepatlah meminta maaf ketika anda mengetahui bahwa anda salah.
Mengapa anda harus melakukan ini? Pertama, bayangkan apa yang anda rasakan jika orang-orang mendapatkan pengalaman yang baik bersama anda. Kedua, bayangkan tingkah laku orang-orang yang akan ikut terbawa menjadi lebih baik karena mereka berada dekat terus dengan anda. Orang-orang akan menaruh kepercayaan besar kepada anda.
10. Memegang Janji
Janji adalah sesuatu yang memiliki dampak yang sangat kuat. Tepatilah semua janji yang telah anda buat. Buatlah kata-kata anda jauh lebih kuat dibanding kontrak tertulis apapun, dan jangan sekali-kali membuat janji kosong.
Alhasil orang-orang akan menghargai anda dan menaruh kepercayaan yang tinggi kepada anda.
11. Konsisten
Yang tidak kalah penting, konsistenlah dengan perilaku-perilaku diatas. Jangan hanya sesekali saja anda melakukannya. Konsistensi adalah kunci untuk menjaga kepercayaan orang lain kepada anda.
Sumber: http://www.akuinginsukses.com/11-kunci-untuk-membangun-kepercayaan/
Wednesday, 11 July 2012
Ternyata sebuah perkawinan tak semudah yang terlihat
Seorang pria dan wanita telah menikah selama lebih dari 60 tahun.
Mereka saling berbagi apa saja. Mereka berbincang tentang apa saja.
Mereka tidak menyimpan rahasia satu dari yang lain, kecuali bahwa
wanita tua itu mempunyai sebuah kotak sepatu di lemari pakaiannya yang
dia katakan kepada suaminya untuk tidak sekali2 membukanya atau bahkan
menanyakan tentang barang itu kepadanya.
Selama bertahun-tahun, si suami tak peduli tentang kotak itu, tetapi suatu saat si wanita tua itu jatuh sakit dan dokter mengatakan bahwa dia tidak akan sembuh. Untuk merapikan seluruh urusan mereka, si suami mengambil kotak sepatu itu dan membawanya ke ranjang tidur isteri yang sedang berbaring sakit.
Si isteri sepakat bahwa inilah saatnya untuk si suami mengetahui apa yang tersimpan di kotak itu.
Ketika dia membukanya, dia temukan ada 2 boneka rajut (crocheted dolls) dan setumpuk uang sejumlah $ 95,000 (Rp 1milyar)! Dia segera bertanya kepada isterinya tentang barang dan uang tersebut.
“Ketika kita menikah,” si isteri menjelaskan, “nenekku menceritakan rahasia kebahagiaan perkawinan, yaitu jangan membantah. Dia bilang jika suatu saat saya merasa marah terhadapmu, saya harus tetap tinggal diam dan merajut sebuah boneka.”
Si suami tua itu sungguh tersentuh hatinya; dia sulit menahan air matanya. Hanya ada dua boneka yang indah di kotak itu, artinya sang istri marah kepadanya hanya dua kali selama bertahun-tahun hidup bersama dan saling mencintai. Hati suami berbunga-bunga karena rasa bahagia.
“Sayangku,” dia berkata, “sudah jelas bagiku tentang boneka itu, tetapi bagaimana tentang adanya uang sebanyak itu? Dari mana kau dapatkan itu?”
"Oh," isteri menyahut, “Itu adalah uang hasil penjualanku dari boneka-boneka itu!”
Hm...sepertinya pernikahan tidak seindah dan semudah yang dibayangkan...walau terlihat begitu bahagia dan awet hingga akhir ternyata banyak tantangan, rintangan, penderitaan dan perjuangan didalamnya....
Cerita ini banyak di dunia maya dan sangat mengesankanku. Sebuah penyatuan dua orang insan yang berbeda gender, berbeda latarbelakang, berbeda pengalaman dan perbedaan2 lainnya...disatukan dalam rumah yg sama dengan judul perkawinan... maka harus memilih tujuan yang sama. Betapa sulitnya menyatukan perbedaan untuk satu tujuan yang sama. Jadi dalam menjaga kelangsungan sebuah perkawinan harus ada yang mengalah ketika terjadi suatu perbedaan...dan bila tejadi suatu kesalahan cepat memaafkan. Sayangnya kl cerita diatas yang wanita saja yg sering mengalah tapi seharusnya seimbang kadangkala yang wanita kadangkala yang laki2.Sebenarnya itulah yang terjadi suatu perkawinan akan langgeng bila ada saling diantara keduanya...langgeng bila ada keseimbangan diantara keduanya.
Selama bertahun-tahun, si suami tak peduli tentang kotak itu, tetapi suatu saat si wanita tua itu jatuh sakit dan dokter mengatakan bahwa dia tidak akan sembuh. Untuk merapikan seluruh urusan mereka, si suami mengambil kotak sepatu itu dan membawanya ke ranjang tidur isteri yang sedang berbaring sakit.
Si isteri sepakat bahwa inilah saatnya untuk si suami mengetahui apa yang tersimpan di kotak itu.
Ketika dia membukanya, dia temukan ada 2 boneka rajut (crocheted dolls) dan setumpuk uang sejumlah $ 95,000 (Rp 1milyar)! Dia segera bertanya kepada isterinya tentang barang dan uang tersebut.
“Ketika kita menikah,” si isteri menjelaskan, “nenekku menceritakan rahasia kebahagiaan perkawinan, yaitu jangan membantah. Dia bilang jika suatu saat saya merasa marah terhadapmu, saya harus tetap tinggal diam dan merajut sebuah boneka.”
Si suami tua itu sungguh tersentuh hatinya; dia sulit menahan air matanya. Hanya ada dua boneka yang indah di kotak itu, artinya sang istri marah kepadanya hanya dua kali selama bertahun-tahun hidup bersama dan saling mencintai. Hati suami berbunga-bunga karena rasa bahagia.
“Sayangku,” dia berkata, “sudah jelas bagiku tentang boneka itu, tetapi bagaimana tentang adanya uang sebanyak itu? Dari mana kau dapatkan itu?”
"Oh," isteri menyahut, “Itu adalah uang hasil penjualanku dari boneka-boneka itu!”
Hm...sepertinya pernikahan tidak seindah dan semudah yang dibayangkan...walau terlihat begitu bahagia dan awet hingga akhir ternyata banyak tantangan, rintangan, penderitaan dan perjuangan didalamnya....
Cerita ini banyak di dunia maya dan sangat mengesankanku. Sebuah penyatuan dua orang insan yang berbeda gender, berbeda latarbelakang, berbeda pengalaman dan perbedaan2 lainnya...disatukan dalam rumah yg sama dengan judul perkawinan... maka harus memilih tujuan yang sama. Betapa sulitnya menyatukan perbedaan untuk satu tujuan yang sama. Jadi dalam menjaga kelangsungan sebuah perkawinan harus ada yang mengalah ketika terjadi suatu perbedaan...dan bila tejadi suatu kesalahan cepat memaafkan. Sayangnya kl cerita diatas yang wanita saja yg sering mengalah tapi seharusnya seimbang kadangkala yang wanita kadangkala yang laki2.Sebenarnya itulah yang terjadi suatu perkawinan akan langgeng bila ada saling diantara keduanya...langgeng bila ada keseimbangan diantara keduanya.
Subscribe to:
Posts (Atom)