Label

Kamis, 11 Oktober 2012

Anak-anak Belajar dari Kehidupan

Tujuan pendidikan adalah memberikan ukuran budi pekerti manusia, membangkitkan kesadaran hati nurani, dan memberikan semangat untuk melaksanakan yang benar , baik dan indah.Anak dilahirkan didunia tidak jelek dan orangtuanyalah yang menjadikannya baik atau buruk.

Rasulullah saw bersabda: Setiap bayi yang dilahirkan dalam keadaan fitrah. Maka kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, atau Nasrani, atau Majusi.(HR. Bukhari)

Puisi Dorothy Law Nolte yang berjudul Children Learn What They Live memperlihatkan perlakuan kita pada anak nantinya akan mempengaruhi sikap dan karakter diri. Hal sedikit ini mungkin bisa menjadi pegangan dalam memperlakukan anak sehari2 dalam kehidupan kita

Anak-anak Belajar dari Kehidupan

Jika anak hidup dengan celaan, ia akan belajar untuk mengutuk
Jika anak hidup dengan permusuhan, ia akan belajar untuk melawan
Jika anak hidup dengan cemooh, ia akan belajar untuk menjadi rendah diri
Jika anak hidup dengan hinaan, ia akan belajar meyesali diri
Jika anak hidup dengan toleransi, ia akan belajar menahan diri
Jika anak hidup dengan dorongan, ia akan belajar percaya diri
Jika anak hidup dengan pujian, ia akan belajar menghargai
Jika anak hidup dengan sebaik2 perlakuan, ia akan belajar tentang keadilan
Jika anak hidup dengan rasa aman, ia akan belajar mempercayai
Jika anak hidup dengan dukungan, ia akan belajar untuk menghargai dirinya
Jika anak hidup dengan cinta dan persahabatan,
ia akan belajar untuk menemukan cinta dalam kehidupannya

Reaksi kita akan Menentukan Sikap dan Perilaku Anak. Anak merupakan cermin dari perilaku orangtuanya, jadi saat membaca point-point di bawah ini, ingat-ingatlah apakah kita sebagai orangtua ingin memberikan contoh yang baik atau contoh yang buruk pada anak kita
  1. Bila kita suka mengritik maka anak akan belajar mengutuk dan berkeluh kesah
  2. Bila kita suka menciptakan suasana permusuhan maka anak akan belajar berseteru
  3. Bila kita suka menakuti maka anak akan belajar hidup prihatin dan tak berani berbuat sesuatu
  4. Bila kita suka mengasihani anak maka anak akan belajar mengasihani diri sendiri
  5. Bila kita suka mencemooh maka anak akan belajar menjadi pemalu
  6. Bila kita suka mencemburui maka anak akan belajar iri hati
  7. Bila kita suka mempermalukan anak maka ia akan belajar merasa bersalah
  8. Bila kita suka mendorong maka ia akan belajar percaya diri
  9. Bila  kita suka mentoleransi maka mereka akan belajar sabar
  10. Bila kita suka memuji maka mereka akan belajar menghargai
  11. Bila kita menerima anak apa adanya mereka akan belajar mengasihi
  12. Bila kita mendukung anak maka mereka akan menyukai diri mereka sendiri
  13. Bila kita mengakui mereka maka mereka akan belajar untuk mempunyai sasaran
  14. Bila kita suka berbagi maka mereka akan belajar bermurah hati
  15. Bila anak dibiasakan jujur maka mereka akan belajar mengatakan yang sebenarnya
  16. Bila anak merasakan keadilan maka mereka akan belajar bersikap adil
  17. Bila anak banyak merasakan kemurahan dan pertimbangan maka mereka akan belajar menghormati
  18.  Bila anak merasa tenteram maka mereka akan belajar percaya pada diri sendiri dan orang di sekelilingnya
  19. Bila  anak merasakan persahabatan maka mereka akan belajar bahwa dunia ini menyenangkan
Pastikan Anak kita belajar hal-hal yang baik dari kita dan Kehidupan di sekelilingnya. Perkataan, perbuatan kita akan menjadi acuan baginya untuk bereaksi terhadap aksi yang kita lakukan terhadap mereka.Untuk itu 10 perlakuan yang mungkin kita praktekkan dalam keseharian kita dengan mereka:

1. Tegas namun tetap Sabar
Anak-anak cenderung lebih mendengarkan apa yang kita katakan jika menggunakan intonasi biasa / netral / standar.

2. Diamlah sejenak
Tidak ada salahnya anda mengatakan, "Bunda terlalu marah untuk menangani ini sekarang, kita bicarakan hal ini nanti."

3. Didik anak mereka
Pada saat kita merasa ingin menghukum anak karena satu dan lain hal, cobalah untuk memberikan pengertian kepadanya. "Ibu tidak suka kalau kamu meletakkan sepatu roda di ruang depan. Lain kali, tolong letakkan di dalam gudang. Bagaimana supaya kamu bisa mengingat itu?"

4. Bersikap Positif
Daripada mengatakan "Berapa kali ayah harus menyuruh kamu untuk menyikat gigi?!", katakan "Ayo sikat gigi, nanti kalau sudah selesai, ayah antarkan ke tempat tidur."

5. Berikan penjelasan, bukan ancaman
Dengan memberikan anak  penjelasan singkat kenapa dia harus melakukan apa yang disuruh, berarti kita memberikannya alasan untuk menjaga kelakuannya.

6. Jangan marah
Daripada memusatkan perhatian pada kesalahan / kelakuan buruk anak , cobalah untuk memandang setiap konflik sebagai kesempatan untuk mengarahkan dan mendidik anak kita.

7. Berikan insentif
Arahkan anak untuk bersikap kooperatif dengan cara seperti "Sudah waktunya kita pulang, ayo naiklah perosotan sekali lagi kemudian kita pulang. Mama ingin sampai di rumah sebelum gelap agar kita sempat membuat kue."

8. Fleksible
Jika si kecil meminta "Bolehkah saya menyelesaikan film ini sebelum kita pergi?" dan jika kita sebenarnya masih memiliki banyak waktu dan tidak terburu-buru, berikanlah dia kesempatan untuk menyelesaikan film-nya.  Ini adalah cara yang baik bagi si kecil untuk mempelajari mengenai artinya negosiasi.

9. Hentikan sikap otoriter
Bersikap keras dan menunjukkan kekuasaan kita pada si kecil hanya akan membuat kita merasa frustasi dan hal ini sangat tidak produktif. Ajaklah anak untuk bersikap kooperatif dengan cara seperti, "Ibu ingin kamu memakai baju yang bersih, tapi kamu selalu memakai baju yang sama setiap hari. Apa yang membuat kamu pengen memakai baju itu terus dan bagaimana kita dapat menyelesaikan permasalahan ini?" Kemungkinan anak anda untuk bersikap kooperatif jauh lebih besar jika solusi berasal dari dirinya sendiri.

10. Be Smart
Para orang tua biasanya menangani permasalahan dengan suatu cara tertentu meskipun cara tersebut tidak membantu.  Jika yang  lakukan tidak berhasil, carilah cara yang lebih efektif dalam menanganinya.  Tip: Jauh lebih gampang untuk mengubah cara kita dalam menangani / menghadapinya dibanding mencoba mengubah anak anda.  Tanyalah pada diri anda, "Apakah cara lain yang bisa saya lakukan agar dapat memperoleh reaksi yang lebih baik dari anak saya?"

Selain perlakuan kita terhadap mereka, hal lain yang mereka perlukan adalah contoh. Contoh yang paling bagus datang dari diri kita sendiri. Jadi jika menginginkan anak soleh maka persolehlah diri kita terlebih dahulu, jika ingin anak yang rajin maka bikin kita rajin duluan. Dan terakhir adalah kekuatan doa, doakan mereka agar menjadi anak yang kita harapkan dan sesuai pula dengan tuntutan agama kita.

Sumber :http://www.facebook.com/note.php?saved&&note_id=469608836412914

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar